Home / PENDIDIKAN

Selasa, 16 April 2013 - 12:13 WIB

Hari Pertama UN di Sumedang, Ditemukan Salah Cetak LJK



KOTA – Lembar Jawaban Komputer (LJK) pada Ujian Nasional tingkat SMA/SMK dan sederajat di Kabupaten Sumedang, ditemukan adanya salah cetak LJK. Dalam lembar soal tertulis Bahasa Indonesia, sementara di LJK tercekat Bahasa Inggris. Hal itu ditemukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, saat meninjau langsung jalannya UN hari pertama di SMK Negeri 1 Sumedang, Senin (15/4/2013).

Sejumlah siswa di SMKN 1 Sumedang, serius mengisi soal jawaban UN di hari pertama.

Sejumlah siswa di SMKN 1 Sumedang, serius mengisi soal jawaban UN di hari pertama.

Penemuan LJK salah cetak tersebut membuat bingung sejumlah murid dan pengawas, namun Herman memastikan kesalahan cetak itu tak akan berpengaruh. Karena, sebut dia, ada barcode yang membedakannya. Meski demikian pihak Dinas Pendidikan akan melaporkan kejadian tersebut ke pusat.

Baca Juga  Sekda: Ulama dan Umaro kudu akur

“Kami menemukan ada beberapa lembar jawaban soal yang salah cetak, seharusnya kan disitu tertulis mata pelajaran yang di UN kan yakni Bahasa Insonesia, tetapi disitu tertulis Bahasa Inggris, sejauh ini kami baru menemukan 3 LJS yang keliru,” kata Herman, kemarin.

Kesalahan cetak pun terjadi di SMK Pemuda Sumedang, berbeda dengan di SMK Negeri 1 Sumedang, kesalahan cetak yang ditemukan lebih awal. Hingga para pengawas dapat segera mengganti yang baru.

Baca Juga  SMK PGRI 2 Sumedang Buka Pendaftaran Siswa Baru Secara Daring

“Untuk langkah sementara, nama mata pelajarannya dicoret saja, diganti dengan nama mata pelajaran yang sesuai. Langkah ini kami ambil untuk menjaga berlangsungnya UN tetap kondusif,” tambahnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, ia melalui Dinas Pendidikan akan menyampaikan berita acara mengenai kesalahan cetak lembar jawaban soal ke kemendiknas sebagai penyelenggara.

“Atas temuan ini tentu kami akan melayangkan tembusan, berikut berita acaranya,” pungkasnya. (asp)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Syarif Terpilih Kembali Jadi Ketua PAC GP Ansor Tanjungkerta

PENDIDIKAN

Kepala SMP di Sumedang Masih Tunggu Surat Edaran Resmi dari Pemerintah

PENDIDIKAN

Honorer K2 diangkat jadi PNS, tak semudah dibayangkan

PENDIDIKAN

Herman: Jarak Tempuh Jangan Jadi Kendala

PENDIDIKAN

Sekda Zaenal Alimin amanatkan jadi generasi potensial

PENDIDIKAN

[KONFERCAB PCNU] Jujun: Pelaksanaan Konferensi Tak Harus Nunggu SK Habis

PENDIDIKAN

Dosen Tel-U Ini Temukan Metode Hemat Biaya Pembangkit Listrik
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/20).

PENDIDIKAN

Gubernur: Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Bertahap