Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Minggu, 24 September 2017 - 23:35 WIB

Euleuh, 3,3 juta penduduk di Jawa Barat belum memiliki KTP-el



SUMEDANGONLINE.COM, BANDUNG: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Provinsi Jawa Barat mencatat ada sebanyak 3,3 juta penduduk di Jawa Barat belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

Menurut Kepala Disdukcasip Provinsi Jawa Barat, Abas Basari hal itu lantaran masih banyak warga yang sudah melakukan proses perekaman namun belum masuk dalam data Print Ready Record (PRR). Ditambah lagi saat ini jumlah blanko terbatas.

Baca Juga  Ini 9 Secret Steps Korean Make Up Look By Yunita Elisabeth, Mau Coba?

Selain itu sebut Abas ada juga 438.340 warga lainnya yang sudah melakukan perekaman, namun masih bermasalah. Masalah timbul lantaran ada perubahan status atau pun perpindahan domisili sehingga harus dilakukan pemutihan.

Baca Juga  Akibat Jatigede, Disduk kehilangan jejak 8.7 ribu data penduduk

“Yang belum memiliki KTP itu terdiri dari yang sudah pernah rekam tetapi belum PRR. Artinya belum bisa atau siap untuk dicetak, juga karena masalah blanko,” kata Abas. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Situs Benteng Baterai Ternyata Tak Hanya Ada di Sumedang

BISNIS

Akhir November rencananya Pasar Sandang Sumedang segera dibuka

Pilihan Redaksi

Ini Delapan Kades Jadi Bacaleg DPRD Sumedang yang Harus Mundur dari Jabatannya

Pilihan Redaksi

SPBS, Sebagai Daya Tarik Pasar Sandang Sumedang
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/20211 di SMP Negeri 1 Sumedang dilakukan secara daring. Hal itu menurut Wakil Kepala SMPN 1 Sumedang, Adi Bakti Raindi, lantaran saat ini situasi masih dalam pandemi Covid-19.

PENDIDIKAN

SMPN 1 Sumedang Gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Peserta Didik Baru Secara Daring
Ketua Komisi I DPRD Kab. Sumedang, Asep Kurnia, menekankan agar Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya tidak lagi merekrut tenaga honorer baru. Hal itu ditegaskan Asep, saat melakukan audensi dengan sejumlah perwakilan tenaga honorer yang tergabung dalam Gabungan Tenaga Kerja Honorer Non Kategori +35 (GTKHNK+35) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang. Selasa, 8 September 2020.

Pilihan Redaksi

Komisi I DPRD Sumedang Minta OPD Tak Rekrut Tenaga Honorer Baru

Pilihan Redaksi

Kapolri perintahkan terus lacak kelompok teroris di Indonesia
Anji jalani assesmen di BNNP.

Hiburan

Hasil Assessment, BNNP Rekomendasikan Anji untuk Rehabilitasi