Petani Mekarasih Butuh Pemasaran Indigofera

SUMEDANG – Sejumlah petani pembudidaya indigofera di Desa Mekarasih, kecamatan Jatigede mengaku masih terkendala pemasaran untuk produk pakan ternak tersebut. Padahal saat ini petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani Giri Mekar itu tengah semangatnya membudidayakan tanaman tersebut.

Seperti diketahui, kandungan protein yang tinggi (26 – 31%) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (Iaktasi). Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera sp. dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau.

Baca Juga  Program Sapa Warga, Lurah Talun: Jamin Warga Kondusif

Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan taninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tanin ini juga berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).

Baca Juga  Jumlah Positif Hasil Rapid Test di Darmaraja Bertambah 1 Orang

“Warga terdampak yang ada di Mekarasih ini, sudah semangat untuk budidaya pakan ternak berjenis indigofera itu. Bahkan mereka sudah menyebarkannya di tanah seluas lebih dari satu hektare,” kata Prof. Dr. Opan S.Suwartapradja, M.Si selaku Ketua Tim Academic Leadersif Grant (ALG) Jatigede sekaligus Kepala Departemen Antropologi FISIP-UNPAD.

Lemahnya pemasaran pakan itu, disinyalir karena harganya yang tidak terjangkau yakni Rp 2 ribu perbatangnya. Padahal warga di luar Desa Mekarasih, juga banyak yang tertarik untuk menggunakan tanaman tersebut sebagai pakan penunjang nutrisinya. ”Pada intinya, para peternak harus berpikir dua kali untuk membeli bibit tersebut. Seharusnya ada upaya dari pemerintah untuk mencari solusinya,” ucapnya.

Baca Juga  Ini baru kejutan, SMKN Situraja dapat dua mobil dari Kemendikbud

Opan menilai, agar semuanya saling mendukung antara budidaya pakan dan ternak, ada kerjasama dan menghasilkan kualitas ternak yang bagus hingga pakan indigofera terus dapat dikembangkan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK