Viral Kecelakaan Tenaga Kerja di Pabrik Tekstil, Ini Tanggapan Kadisnakertran Sumedang

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin

SUMEDANG.ONLINE, Rancamulya – Beredar informasi melalui media social facebook berkait adanya salahsatu pekerja di salahsatu pabrik Textil di Rancaekek, Kabupaten Sumedang mengalami musibah kecelakaan kerja. Informasi itu diunggah pemilik akun Chandra Erlangga.

“Asstagafirullah..
Terjadi kecelkaan kerja terkena mesin di Pt.K***tex/Pabrik Texstil
Sunguh tidak tega melihat nya smoga cepat sembuh.yh Neng 😢😢
Semoga kita semua di jauhkn dari segala mara’bahaya
Aamin Ya Rabbal Alamin
#Bandung,” tulis akun Chandra Erlangga.

Hingga berita ini disusun belum diperoleh informasi terkait kebenaran informasi tersebut, sumedangonline masih terus mencari kebenaran kabar tersebut. Sumedang Online, sudah mencoba mengonfirmasi ke pemilik akun lewat bagian comentar, namun hingga berita ini tulis belum ada jawaban.

Meski demikian menanggapi secara umum berkait dengan pengawasan tenaga kerja. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin saat terkait pengawas, dan pengawasan tenaga kerja sudah ditarik ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat. “Sekarang pengawas, dan pekerja pengawasnya sudah di bawah provinsi,” kata Dikdik saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut.

Meski belum diketahui kebenaran informasi tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi terkait pengawasan tenaga kerja. “Tetapi kita akan melakukan koordinasi, agar bisa bekerjasama dengan kita. Karena sekarang kewenangan pengawasan sudah berada di Provinsi. Pokoknya yang terkait dengan norma kerja semuanya ada di Provinsi, cuman kelembagaannya saja dan syarat kerja masih ada di Pemerintah Kabupaten Sumedang. Kebetulan kita berada di bawah pengawasan Balai Tenaga Kerja Wilayah IV di Jalan Soekarno Hatta, tapi tetap kita koordinasi agar mereka lebih banyak turun, karena semua permasalahan yang ada di perusahaan baik norma K3 dan segala macamnya itu kan terkait dengan pengawasan, kalau pengawasannya baik. Hal-hal demikian bisa eleminir, tidak terlalu banyak,” jelasnya. ***

 

 

 

 

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak