Wow, Petani Sumedang Kirim 3-4 Ton Cabe Perhari ke Jabodetabek

Kabid Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang saat megikuti panen cabe di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung bersama Kasie Sayuran pada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat di Champion Wil III Cimanggung dan PPL Desa Sindulang.

SUMEDANG.ONLINE – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian, Dirjen Hortikultura terus menjaga pasokan dan stabilitas harga Cabe, Bawang Merah dan Putih agar tetap mudah terjangkau oleh konsumen. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Nani kordiani. R.

Dikatakan Nani, sentra Cabe di Kabupayen Sumedang berada di wilayah Mangkarnata, yaitu wilayah di kaki Gunung Manglayang, Kareumbi, Cakrabuana dan Tampomas. Berada di Kecamatan Tanjunsari, Sukasari, Pamulihan, Cibugel, Wado dan Cimalaka.

Dikatakan dia, pada Tahun 2018 kabupaten Sumedang diberi target tanam 12 Hektar untuk bawang, cabe besar 100 hektar dan rawit 70 hektar.  “Alhamdulillah, untuk kabupaten Sumedang selama tiga tahun 2016, 2017, 2018, sudah bisa mengatur pola tanam untuk komuditas cabe besar dan cabe rawit, sehingga pasokan ke Keramat Jati dua hari sekali dari kabupaten Sumedang perharinya terkirim 3-4 ton,” paparnya.

Baca Juga  Buntut Pembongkaran Ruang Kelas, Tujuh Kepala SD Dipanggil Polisi

Disinggung kenapa di kirim ke Keramat Jati Nani menyebutkan, karena barometer harga untuk tingkat Nasional untuk harga Cabai dan Bawang berada di Keramat Jati. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga pasokan produksi ke Jabodetabek, agar menjaga stabilitas harga di Jabodetabek,” sambungnya.

Baca Juga  Imbas Banjir di Buahdua Sumedang, Situ Biru Cilembang Tutup Sementara

Untuk mendukung pasokan tetap stabil dikatakan Nani, Dirjen Hortikultura telah membentuk champion-champion Cabe di seluruh Indonesia. “Kebetulan di Kabupaten Sumedang, ada dua champion cabe yang mendapatan SK dari Dirjen Hortikultara. Tugas dari Champion cabe ini tentunya mengawal dari sejak perencanaan sampai pada panen dan pasokan ke pusat, serta menjaga pola tanam yang diatur mulai Januari sampai dengan Desember. Dengan pengaturan pola tanam tersebut setiap bulan ada tanam, setiap bulan ada panen. Sehingga setiap bulan ada pasokan ke daerah Jabodetabek,” imbuhunya.

Baca Juga  Repnas Ajak Pengusaha Muda Jabar Dukung Jokowi Ma'ruf Amin

Dia berharap dengan adanya pengaturan pola tanam tersebut dapat menjaga stabilitas produksi dan harga bisa tercapai oleh masyarakat. “Dan ini bisa dirasakan selama ini, tidak ada gejolak harga seperti tiga tahun sebelumnya, harga mencapai 100 ribu, sekarang harga cabai standar. Bahkan pada harga raya kemarin masih bisa dijangkau oleh konsumen,” sebutya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK