Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 24 Juli 2019 - 16:52 WIB

Tamu Bawa Miras, Paramount Family Karaoke Kena Getah



SUMEDANG.ONLINE — Persaudaraan Islam (PI) Cimanggung memberikan toleransi terhadap pemilik Paramount Family Karaoke di Dusun Manabaya, Desa Sindang Pakuwon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, selama 14 hari terkait dengan dugaan adanya peredaran minuman keras (Miras) dan pemandu lagu (PL) di karaoke tersebut.

Pihak PI berharap, pemilik paramoun agar dapat mengindahkan kesepakatan yang telah mereka tempuh dalam mediasi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Meski demikian, menurut Ketua Persaudaraan Islam Cimanggung Tarmidzi Yusuf, pihaknya juga sudah mengetahui jika pihak Paramount tidak menjual Miras atau menyediakan PL, namun para pengunjung (tamu) yang membawa PL dan miras ke tempat tersebut.

“Setelah 14 hari, dia akan menutup sendiri. Kalau tidak menutup sendiri kami tidak akan kompromi, maka kami akan menempuh cara-cara kami, sesuai aturan. Mungkin kami akan ke Bupati langsung atau bagaimana,” ujar Ketua Persaudaraan Islam Cimanggung Tarmidzi Yusuf pada wartawan saat audensi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Waspadai tenaga kerja asing, Dandim 0610 Sumedang lakukan pengawasan

Pemilik Paramount Family Karaoke Cimanggung, Yamin Supriatna mengatakan pihaknya, akan menerima hasil kesepakatan tersebut. Dan dia memastikan tanpa adanya kesepakatan pun, pihaknya sudah menerapkan Syariat Islam di tempat karaoke Familiy.

“Seperti setiap datangnya waktu magrib selalu mengadakan sholat berjamaah di Lobi, yang jamaahnya seluruh pegawai dan juga diikuti oleh para tamu. Selain itu juga semua sistem di matikan jika datang waktu sholat,” ujar Yamin.

Bahkan dikatakan dia, pihaknya sebenarnya sudah mengingatkan agar tidak ada Miras dan PL di lokasi karaoke tersebut. “Saya tidak mau sampai kapan pun ada hal itu (miras dan PL), sampai kapan pun. Kan itu salahsatunya,” jelasnya.

Plt. Kepala Satpol PP Sumedang, Deni Hanafiah menyebutkan apa yang pihaknya lakukan merupakan bentuk mediasi antara pihak tertuduh dan pelapor. Awalnya dikatakan Deni, pihaknya mendapatkan laporan dari PI Cimanggung, jika karaoke tersebut berpotensi menimbulkan keributan karena diduga ada PL dan minuman keras.

Baca Juga  [Longsor Sumedang-Subang] Begini Cara BPBD Memindahkan Batu Besar Tanpa Alat Berat

“Itu kan baru tuduhan dari PI, makanya kita konfrontir di sini. Kita dengar pendapatnya. Sebenarnya mengenai PL dan minuman keras diakui sendiri oleh PI juga bahwa pihak manajemen Paramount tidak menyediakan PL dan minuman keras, itu diakui dalam tuntutan mereka nomor 1. Untuk selanjutnya karena sering ada potensi keributan, itu tamu. Jadi tamu yang berkunjung ke sana, memancing dengan pakaian tidak sopan terus bawa miras,” jelas Deni.

Pihaknya berharap dengan kejadian ini, pihak manajemen agar lebih ketat lagi pada para tamu yang datang. “Satpamnya dapat betul-betul menseleksi pada para pengunjung,” ungkapnya. (IWAN)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Ketua PGRI Perintahkan untuk Dukung Bupati Sumedang Terpilih
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia

Pilihan Redaksi

Golkar Sumedang Minta Pemda Antisipasi Warga Terdata Tapi Tak Terima Bantuan

PENDIDIKAN

MPLS, Siswa Baru di SMPN 1 Cimalaka Diajak Lukis Barang Bekas
Aksi pendemo terlihat anarkis dalam pelaksanaan latihan dan simulasi bersama 400 personel gabungan di IPP Kabupaten Sumedang, Jumat 27 November 2020.

SUMEDANG

Pasukan PHH Yonif Raider 301/PKS Ikut Bagian Amankan Pendemo

Pilihan Redaksi

Di sini Doamu dan Esa akan Melakukan Salat Ied

Pilihan Redaksi

Ayi Nyangka Calon Pendaftar Sekda Seorang, Ternyata …
Petugas di lapangan melakukan pengecekan mereka yang masuk ke wilayah Sumedang di Pos Perbatasan jelang Mudik Hari Raya Idul Adha. Sabtu, 17 Juli 2021.

Pilihan Redaksi

Jelang Mudik Idul Adha, Pos Penyekatan di Perbatasan Sumedang Diperketat

Pilihan Redaksi

Tebing Cadas Pangeran Longsor, Ancam Satu Rumah