Tamu Bawa Miras, Paramount Family Karaoke Kena Getah

SUMEDANG.ONLINE — Persaudaraan Islam (PI) Cimanggung memberikan toleransi terhadap pemilik Paramount Family Karaoke di Dusun Manabaya, Desa Sindang Pakuwon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, selama 14 hari terkait dengan dugaan adanya peredaran minuman keras (Miras) dan pemandu lagu (PL) di karaoke tersebut.

Pihak PI berharap, pemilik paramoun agar dapat mengindahkan kesepakatan yang telah mereka tempuh dalam mediasi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Meski demikian, menurut Ketua Persaudaraan Islam Cimanggung Tarmidzi Yusuf, pihaknya juga sudah mengetahui jika pihak Paramount tidak menjual Miras atau menyediakan PL, namun para pengunjung (tamu) yang membawa PL dan miras ke tempat tersebut.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumedang dan Mahasiswa Sepakat Menolak Tige Periode Jabatan Presiden

“Setelah 14 hari, dia akan menutup sendiri. Kalau tidak menutup sendiri kami tidak akan kompromi, maka kami akan menempuh cara-cara kami, sesuai aturan. Mungkin kami akan ke Bupati langsung atau bagaimana,” ujar Ketua Persaudaraan Islam Cimanggung Tarmidzi Yusuf pada wartawan saat audensi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang.

Pemilik Paramount Family Karaoke Cimanggung, Yamin Supriatna mengatakan pihaknya, akan menerima hasil kesepakatan tersebut. Dan dia memastikan tanpa adanya kesepakatan pun, pihaknya sudah menerapkan Syariat Islam di tempat karaoke Familiy.

“Seperti setiap datangnya waktu magrib selalu mengadakan sholat berjamaah di Lobi, yang jamaahnya seluruh pegawai dan juga diikuti oleh para tamu. Selain itu juga semua sistem di matikan jika datang waktu sholat,” ujar Yamin.

Baca Juga  [KONFERCAB PCNU] Jujun: Pelaksanaan Konferensi Tak Harus Nunggu SK Habis

Bahkan dikatakan dia, pihaknya sebenarnya sudah mengingatkan agar tidak ada Miras dan PL di lokasi karaoke tersebut. “Saya tidak mau sampai kapan pun ada hal itu (miras dan PL), sampai kapan pun. Kan itu salahsatunya,” jelasnya.

Plt. Kepala Satpol PP Sumedang, Deni Hanafiah menyebutkan apa yang pihaknya lakukan merupakan bentuk mediasi antara pihak tertuduh dan pelapor. Awalnya dikatakan Deni, pihaknya mendapatkan laporan dari PI Cimanggung, jika karaoke tersebut berpotensi menimbulkan keributan karena diduga ada PL dan minuman keras.

“Itu kan baru tuduhan dari PI, makanya kita konfrontir di sini. Kita dengar pendapatnya. Sebenarnya mengenai PL dan minuman keras diakui sendiri oleh PI juga bahwa pihak manajemen Paramount tidak menyediakan PL dan minuman keras, itu diakui dalam tuntutan mereka nomor 1. Untuk selanjutnya karena sering ada potensi keributan, itu tamu. Jadi tamu yang berkunjung ke sana, memancing dengan pakaian tidak sopan terus bawa miras,” jelas Deni.

Baca Juga  Ini Tanggapan Komisi III DPRD Sumedang Berkait Adanya Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja

Pihaknya berharap dengan kejadian ini, pihak manajemen agar lebih ketat lagi pada para tamu yang datang. “Satpamnya dapat betul-betul menseleksi pada para pengunjung,” ungkapnya. (IWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK