Home / Pilihan Redaksi / SENI DAN BUDAYA

Minggu, 26 Januari 2020 - 19:12 WIB

Mampu Regenerasi, Ara Apresiasi Festival Reak dan Gelik Terompet



SUMEDANG.ONLINE – Dewan Pembina Komunitas Seni Budaya Sunda Sukma Sajati, Maruarar Sirait, menghadiri Seni Budaya Sunda Reak Fest dan Gelik Tarompet di halaman Graha Persada Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung, Minggu (26/1/2020).

Ara, demikian sapaan akrabnya memberikan apresiasi terhadap acara tersebut, karena telah mampu meregenerasi seni reak. Dalam sesi wawancara dengan peserta Ara menemukan peserta reak cilik berusia 8 tahun dan yang sudah tua berusia 85 tahun. “Saya apresiasi kegiatan ini karena telah mampu meregenerasi para seniman,” ujar Ara pada wartawan usai acara berlangsung.

Dia berharap dengan adanua pegelaran seni budaya tradisional ini, kecintaan masyarakat terhadap berbagai seni dan kebudayaan di Jawa Barat semakin kuat dan meningkat. Apalagi, kreatifitas seni Sunda tak kalah menarik dengan kesenian lain.

Baca Juga  Empat Rumah di Citali Alami Retakan

“Kesenian Sunda merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang harus di pertahankan dan dilestarikan. Apalagi Sumedang telah mendeklarasikan sebagai Sumedang Puseur Budaya Sunda,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Reak Fest dan Gelik Tarompet, Joko Santoso yang kerab disapa Joko Loyor mengatakan, acara dilaksanakan dalam rangka mengembangkan dan melestarikan seni tradisi Sunda, salahsatunya seni meniup tarompet dan reak.

“Mengingat seni meniup tarompet selama ini kerap dibawakan oleh pinisepuh atau oleh seniman yang cukup lanjut usia. Maka kami berharap seni ini juga diminati oleh kalangan anak-anak milenial. Sehingga tradisi Sunda ini terus lestari dan bahkan terus berkembang,” terangnya.

Baca Juga  Tak Timbulkan Efek Jera, Ormas Islam Minta Revisi Perda Nomor 7/2014

Antusiasme peserta dalam acara tersebut juga cukup tinggi, hingga dapat mencapai 21 peserta dengan rerata masing masing peserta hampir 30-40 orang.

“Bang Ara selalu konsisten dan komitmen kepeduliannya terhadap budaya Sunda. Beliau sama sekali tak melupakan warga di Dapilnya hingga kini, dirinya pun turut serta mendukung agar Sumedang menjadi Puseur (pusat, red) Budaya Sunda. Saya sendiri menjadi saksi, selama menjadi anggota DPR RI selama 15 tahun dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang. Bang Ara selalu melibatkan kesenian Sunda dalam semua kegiatan agenda resesnya saat itu,” pungkasnya. ***FITRI***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

FEATURE & OPINI

Tantangan dan Harapan Bagi Dony Ahmad Munir-Erwan Setiawan

Pilihan Redaksi

Program Satu Pintu Bakal Permudah Layanan e-KTP. Begini Caranya …
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir

Pilihan Redaksi

Sumedang Masuk Era Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)

Pilihan Redaksi

Bagaimana Perhitungan Kursi Pileg 2019

Pilihan Redaksi

Baznas Sumedang Salurkan Dana ZIS untuk Warga Cimalaka dan Cisarua
Tim Regu II pada Satpol PP Sumedang saat melakukan penjagaan Alun-Alun Sumedang. Sabtu, 30 Mei 2020.

Pilihan Redaksi

2 Juni, Ada Rencana Alun-Alun Sumedang Dibuka untuk Umum dengan Penjagaan Ketat Satpol PP

Pilihan Redaksi

Selain KTP, ditemukan uang Rp 36 ribu bersama jasad dalam karung
Kepala Diskominfo Sandistik, Iwa Kuswaer saat membacakan SiaranPerkembangan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kabupaten Sumedang

Pilihan Redaksi

Jumlah Positif Hasil Swab di Sumedang Bertambah Dua Orang