Politik

[RAPAT PARIPURNA DPRD] Fraksi PAN Sindir PDAM, Digilir Sehingga Sebagian Hanya menerima Hembusan Angin Saja

[RAPAT PARIPURNA DPRD] Fraksi PAN Sindir PDAM, Digilir Sehingga Sebagian Hanya menerima Hembusan Angin Saja
Asep Sumaryana selaku juru Bicara Fraksi PAN Kabupaten Sumedang

SUMEDANG.ONLINE, DPRD (18/2/2020) – Pandangan Umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyebutkan Sumedang diberikan Allah SWT tanah yang subur, berhawa sejuk dengan 75 persen luas daerahnya berair sepanjang tahun, meski pun kemarau tetap ada airnya.

“Sumedang tak kurang satu apa pun malah diberikan kelebihan yang berlebih. Namun demikian kita masih menerima keluhan, dua bulan lalu Sumedang kekeringan. Air PDAM terpaksa digilir, malah ada sebagian yang kebagian hembusan anginnya saja. Tak begitu lama berselang satu bulan air berlebih, bahaya laten banjir kahatex dan sekitarnya merepotkan kita. Jadi ini sebuah ironi,” ungkap Asep Sumaryana selaku juru Bicara Fraksi PAN Kabupaten Sumedang.

Dikatakan F-PAN, semua perusahaan yang akan dibentuk regulasinya, berada di cekungan Bandung. Menurut dia, air tanah cekungan Bandung turun, sehingga perusahaan pengguna air tanah di Jatinangor dan Cimanggung dibatasi dan atau sudah mulai dilarang.

“Tidak boleh lagi ngbor, kalau ngbor itu pidana, tanpa izin,” jelasnya.

Disebutkan F-PAN, berbicara perusahaan yang terbayang memang kawasan Jatinangor dan Cimanggung. Akibat bahaya penurunan air tanah ini perusahaan pengguna air tanah dan didalamnya pemukiman, hotel dan apartemen, serempak mempromosikan bahwa kebutuhan air itu akan dipenuhi oleh PDAM.

“Jadi semua mengarah ingin dipenuhi oleh PDAM kebutuhan airnya. Dan ironisnya lagi, pasar demand air ini belum bisa terpenuhi demikian pula industri manufactur penghisap air tanah yang sudah tahu diri sebelumnya. Sebetulnya sudah mereka siap siap pindah 9-10 tahun yang lalu. Mereka sudah punya tanahnya sebentar lagi pindah. Jadi potensi alam dan air ini luar biasa tetapi belum teraktualisasi malah sepertinya air menjadi masalah,” ungkapnya.

Termasuk sebut F-PAN berbicara lingkungan hidup, bukan hanya lingkungan masyarakat tetapi lingkungan alam sekitarnya. “Dan kami ingin membawa semua hadirin dan nanti di Pansus. Cerita lingkungan di Sumedang ini adalah cerita di kawasan Jatinangor yang memiliki banyak perusahaan yang menjadi andalan kita,” ungkapnya lagi.

Bahkan F-PAN berpandangan munculnya dua Raperda tersebut berlatar belakang sumber daya alam termasuk di dalamnya air. “Alhamdulillah kita menyadari kemudian intropeksi bahwa pengelolaan oleh manusia perlu diperbaiki melalui regulasi yang kita sebut peraturan daerah,” tandasnya. *IWAN RAHMAT*

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak