Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Pertasum Sumedang Sambut Baik Rencana Pembangunan Menara Kujang

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Suasana pedagang tahu Sumedang.
Suasana pedagang tahu Sumedang. | FOTO: Fitrinyani Gunawan/SO

SUMEDANG – Rencana adanya pembangunan destinasi pariwisata Menara Kujang Sapasang di Panenjoan, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede disambut baik para pengusaha tahu yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha dan Pengrajin Tahu Sumedang (Pertasum).

Ketua Pertasum Rudi Arifyanto menyebutkan dengan adanya destinasi wisata yang akan menjadi icon dan mercesuar baru Sumedang itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata sehingga dapat berdampak pada pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kami dari Pertasum menyambut baik dengan adanya rencana pembangunan destinasi wisata Menara Kujang Sapasang tersebut, karena dapat meningkatkan kunjungan wisata. Dan tentunya dapat meningkatnya kunjungan wisata tersebut nantinya akan berdampak pada para pelaku UMKM termasuk di dalamnya tahu Sumedang yang sudah menjadi ikon Sumedang,” ujar Rudi Arifyanto pada SUMEDANG ONLINE. Kamis, 27 Mei 2021.

Baca Juga  Asosiasi UMKM Sumedang Ajak Pelaku Usaha Berjualan di Pasar Kaget Jatigede Setiap Hari Minggu

Apalagi sebut Rudi, dengan akan dibukanya jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dipastikan akan berdampak terhadap laju perekomian Sumedang. Sehingga lanjutnya, adanya Menara Kujang Sapasang itu akan menjadi destinasi wisata yang mampu menyedot pengunjung dari berbagai daerah.

Baca Juga  Imbas gempa, bangunan gedung kesenian Cimanggung rusak

Pembangunan Menara Kujang Sapasang juga diharapkan menjadi salahsatu solusi untuk masalah dampak sosial Jatigede, pasca adanya pelarangan Keramba Jaring Apung. “Bisa jadi nanti mereka yang bekerja disana itu diutamakan masyarakat terdampak Jatigede. Para pihak harus merasakan suasana kebathinan dan pengorbanan warga Sumedang terkhusus Jatigede yang sudah merelakan tanahnya, hilang mata pencahariannya, hilang rasa pangabetahna. Sementara air baku waduk Jatigede konon untuk irigasi di luar Sumedang, jaring apung tidak boleh dan peluang yang sangat terbuka untuk menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah Jatigede adalah pariwisata sebagaimana kebijakan pusat dan provinsi, Jatigede diarahkan ke sektor wisata,” bebernya.

Baca Juga  Satu Meninggal Akibat Kebakaran di Cisitu

Termasuk sebut Rudi, saat tahap pengerjaan kontruksi dipastikan harus banyak melibatkan warga terdampak Jatigede. “Ketika pembangunan kontruksinya berapa banyak tenaga kerja lokal akan terserap.Apakah ini bukan bagian dari pemulihan ekonomi daerah. Setelah beres dibangun tentunya akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan juga berkembangnya UMKM. Apalagi kalau di sekitaran Jatigede juga dibangun Kampung Tahu dan Museum Tahu” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan