Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Kamis, 27 Mei 2021 - 23:38 WIB

Pertasum Sumedang Sambut Baik Rencana Pembangunan Menara Kujang

Suasana pedagang tahu Sumedang.

FITRINYANI GUNAWAN/SO APRESIASI: Suasana pedagang tahu Sumedang.


SUMEDANG – Rencana adanya pembangunan destinasi pariwisata Menara Kujang Sapasang di Panenjoan, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede disambut baik para pengusaha tahu yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha dan Pengrajin Tahu Sumedang (Pertasum).

Ketua Pertasum Rudi Arifyanto menyebutkan dengan adanya destinasi wisata yang akan menjadi icon dan mercesuar baru Sumedang itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata sehingga dapat berdampak pada pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kami dari Pertasum menyambut baik dengan adanya rencana pembangunan destinasi wisata Menara Kujang Sapasang tersebut, karena dapat meningkatkan kunjungan wisata. Dan tentunya dapat meningkatnya kunjungan wisata tersebut nantinya akan berdampak pada para pelaku UMKM termasuk di dalamnya tahu Sumedang yang sudah menjadi ikon Sumedang,” ujar Rudi Arifyanto pada SUMEDANG ONLINE. Kamis, 27 Mei 2021.

Baca Juga  Beralibi Bawa Pakaian Bekas, Supir Truk Diamankan Polres Sumedang

Apalagi sebut Rudi, dengan akan dibukanya jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dipastikan akan berdampak terhadap laju perekomian Sumedang. Sehingga lanjutnya, adanya Menara Kujang Sapasang itu akan menjadi destinasi wisata yang mampu menyedot pengunjung dari berbagai daerah.

Pembangunan Menara Kujang Sapasang juga diharapkan menjadi salahsatu solusi untuk masalah dampak sosial Jatigede, pasca adanya pelarangan Keramba Jaring Apung. “Bisa jadi nanti mereka yang bekerja disana itu diutamakan masyarakat terdampak Jatigede. Para pihak harus merasakan suasana kebathinan dan pengorbanan warga Sumedang terkhusus Jatigede yang sudah merelakan tanahnya, hilang mata pencahariannya, hilang rasa pangabetahna. Sementara air baku waduk Jatigede konon untuk irigasi di luar Sumedang, jaring apung tidak boleh dan peluang yang sangat terbuka untuk menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah Jatigede adalah pariwisata sebagaimana kebijakan pusat dan provinsi, Jatigede diarahkan ke sektor wisata,” bebernya.

Baca Juga  Satu Juta Pelaku UMKM Jabar Dapat Banpres Rp2,4 juta

Termasuk sebut Rudi, saat tahap pengerjaan kontruksi dipastikan harus banyak melibatkan warga terdampak Jatigede. “Ketika pembangunan kontruksinya berapa banyak tenaga kerja lokal akan terserap.Apakah ini bukan bagian dari pemulihan ekonomi daerah. Setelah beres dibangun tentunya akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan juga berkembangnya UMKM. Apalagi kalau di sekitaran Jatigede juga dibangun Kampung Tahu dan Museum Tahu” pungkas dia. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Imbas Peningkatan Volume Kendaraan di Jalur Malangbong, Arus Lalu lintas Sumedang – Bandung Padat

KESEHATAN

Kahatek Peduli, PMI Kumpulkan 357 Kantong Darah

JATINANGOR

Waduh, DBD renggut satu korban meninggal

Pilihan Redaksi

Modus Jual-Beli Tokek, Tiga Warga Sumedang Ini Lebaran di Penjara

JATINANGOR

Banjir Cimanggung, Rumah Ali Roboh

Pilihan Redaksi

2019 Bencana Kebakaran Meningkat, 2020 Diminta Waspada Banjir

Pilihan Redaksi

ADD Telat Cair, Ini Alasannya

Pilihan Redaksi

Pilkades Serentak Dianggarkan Rp 17-20 Juta per Desa