Menu

Mode Gelap

SUMEDANG · 31 Jul 2021 20:21 WIB ·

Relokasi Pemukiman OTD Tol Cisumdawu Masih Minim Sumber Air dan Listrik

REPORTER: REDAKSI | EDITOR: REDAKSI

Sejumlah bangunan rumah baru mulai terlihat di lokasi relokasi pemukiman OTD Tol Cisumdawu.

SUMEDANGONLINE BANGUN RUMAH: Sejumlah bangunan rumah baru mulai terlihat di lokasi relokasi pemukiman OTD Tol Cisumdawu.

SUMEDANGONLINE, CONGGEANG – Puluhan warga atau Orang Terkena Dampak (OTD) Tol Cisumdawu Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang, mulai membangun rumah mereka. Secara mandiri, warga membangun rumah di kawasan Kebon Kaler dan area pesawahan.

Hanya saja saat ini, tempat relokasi itu masih minim fasilitas penunjang. Mulai dari kebutuhan air bersih sebagai kebutuhan pembangunan dan hidup nanti, beserta jalur listrik. Selain itu, akses jalan yang dibuat warga secara gotong royong, masih beralaskan tanah.

Koordinatos relokasi OTD Tol Cisumdawu, Adon menyebutkan, kebutuhan utama yang saat ini diperlukan di lokasi pemukiman yang rencananya dinamakan Kampung Hegar Mandiri itu, berupa akses jalan, air besih dan juga listrik. Adapun akses jalan, dibuat warga secara gotong royong. Termasuk, membuat sumur bor sementara untuk kebutuhan air.

“Jalan ini hasil warga mandiri. Gotong royong setiap hari Jumat,” sebutnya.

Terkait adanya perhatian dari pemerintah setempat, Adon menyebutkan belum ada. Namun ada pun, hanya dari masing-masing perangkatnya, bukan atas nama desa.

“Dari atas nama desa belum ada. Namun sementara untuk kebutuhan seperti listrik dari warga masing-masing dulu. Tapi berikutnya, mungkin diajukan dari tokoh-tokoh yang ada di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Orangtua Khawatir Anaknya Tak Bisa Sekolah

Sementara itu, Jojong yang kini mulai membuat pondasi rumah barunya, mengaku membutuhkan ketersediaan air dan listrik untuk membangun rumah barunya. Apalagi dalam hal ini, tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

Dalam proses membangun rumah barunya, Jojong pun memanfaatkan uang ganti rugi sebaik mungkin, agar rumahnya dapat segera selesai.

“Dicukup-cukup belum tentu cukup, ngebangunnya masih gini. Dari pemerintah, iya engga ada (perhatian). Sekarang juga air belum ada untuk membangun dan untuk kehidupan nanti,” katanya.

Hal sama disampaikan Ustad Hasanudin yang kini mulai membangun rumah serta pesantren miliknya di area pesawahan. Dalam hal ini, Ustad Hasanudin menyayangkan akan lambannya proses pembayarannya. Dia yang kini membangun pesantren, merasa tergesa-gesa.

“Sementara alat berat sudah ada di depan rumah kami, di depan pesantren kami. Tolong lah kalau bisa kepada pihak yang berwenang, agar berilah kami tenggang waktu, sampai kami bisa menempati tempat yang baru. Kasihan anak-anak santri, masyarakat. Jadi jangan sampai mereka itu, seperti terasa oleh saya itu stres seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Sumedang Resmikan Tangki Oksigen VCL 11 Ton dan Laboratorium PCR Simpati

Terkait uang ganti rugi, kata dia, jelas hal itu tidak akan cukup. Mengingat harga material untuk membangun rumah dan pesantren, ikut melonjang.

“Dulu membangun pesantren habis Rp.1,1 Miliar, sekarang diganti hanya Rp.1,7 Miliar. Sementara kalau dulu tenaga kerja hanya Rp.60 ribu per orang, sekarang Rp.150 ribu. Jadi dengan bayangan itu saja, jelas sepertinya, bila dilihat dari harga kebutuhan bangunan tidak akan cukup,” jelasnya.

Ustad Hasanudin menambahkan, saat ini dari pemerintah desa setempat juga ada perhatian. Yang tentunya, sebagaimana kapasitas dari desa itu sendiri. Namun untuk saat ini, pihaknya tengan membutuhkan sumber air dan juga listrik.

Dirinya pun sudah mengeluarkan modal Rp.3 juta hanya untuk membeli kabelnya saja. Dan untuk kedepannya, masih dipikirkan.

“Engga ada akses. Gak tahu harus kemana kami melangkah untuk mendapatkan listrik. Kami belum tahu, apakan kami harus mengajukan atau pemerintah harus mengajukan. Pemerintah desa umpamanya menyampaikan kendala kami yang ada di sini,” tambahnya. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Pasca Insiden Unras, 135 Anggota Ormas GMBI Asal Sumedang Kena Sanksi Wajib Lapor

28 Januari 2022 - 17:58 WIB

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat memberikan arahan pada 135 anggota GMBI Sumedang di Mapolres Sumedang. Jumat, 28 Januari 2022.

Disparbudpora dan DPMPTSP Sosialisai OSS ke Pengelola ODTW di Sumedang

27 Januari 2022 - 17:25 WIB

Sebanyak 25 pengelola object daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Sumedang mendapat sosialisasi Online Single Submission (OSS). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan DPMPTSP Kabupaten Sumedang di Objek Wisata Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan. Kamis, 27 Januari 2021.

Truk Hilang Kendali Seruduk Kendaraan Lain di Kawasan Cimanggung

24 Januari 2022 - 22:43 WIB

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Besok, Tol Cisumdawu Seksi 1 Mulai Dibuka

24 Januari 2022 - 22:32 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Seksi 1 ruas Cileunyi-Pamulihan, Senin (24/1/022).

Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Seorang Meninggal Dunia

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

Diduga Rem Blong, Truk Angkut Pasir Seruduk Bangunan SDN Cibeureum 4

20 Januari 2022 - 17:29 WIB

Sebuah Truk Angkut Pasir diduga rem blong sehingga harus menimpa ke sebuah ruangan Sekolah Dasar Negeri Cibeureum 4 Desa Cibeureum kulon Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.
Trending di SUMEDANG