Menu

Mode Gelap

HALO POLISI · 4 Agu 2021 16:31 WIB ·

Kapolres Sumedang Ungkap Kelebihan Ganjil Genap Dibanding Penyekatan Jalan

REPORTER: FITRIYANI GUNAWAN | EDITOR: REDAKSI

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto

ISTIMEWA KAPOLRES SUMEDANG: Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto

SUMEDANGONLINE, Sumedang:  Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengungkapkan beberapa kelebihan dari kebijakan Ganjil Genap yang diambil Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam upaya membatasi mobilitas masyarakat.

“Kebijakan penutupan atau penyekatan jalan untuk membatasi mobilitas masyarakat adalah kebijakan yang berlaku jangka pendek ( tidak permanen). Oleh karena itu, Pemkab Sumedang bersama Polres Sumedang mencoba strategi Ganjil Genap sebagai strategi jangka panjang penanganan Covid 19 yang akan menggantikan penyekatan / penutupan jalan. Adapun kebijakan ini dinilai memiliki beberapa kelebihan dibanding penyekatan / penutupan jalan,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dalam keterangannya. Rabu, 4 Agustus 2021.

Kelebihan yang dimaksud Kapolres yakni, Ganjil Genap dinilainya telah terbukti lebih efektif setelah dibuktikan dengan analisa kuantitas kendaraan yang melalui jalur sebelum dan sesudah kebijakan ganjil genap diberlakukan. Selain itu sebut dia, kebijakan ini pun dapat diadopsi sebagai strategi jangka panjang pembatasan mobilitas masyarakat dalam rangka penanganan pendemi.

“Kelebihan lainnya yakni, lebih humanis dibanding penutupan dan penyekatan jalan. Bila penutupan jalan dilakukan secara ketat maka gerobak pedagang kaki lima pun tidak bisa melewatinya. Hal itulah yang membuat water barrier maupun police line untuk penutupan jalan selama ini tidak dibuat dari rantai ataupun portal besi oleh Polres Sumedang.”

Baca Juga  Polres Sumedang Bekuk Tiga dari Empat Pelaku Curanmor

“Namun jika terus menerus dibiarkan dibongkar barrier penutupan/penyekatan jalan tersebut, maka hal itu akan berimplikasi negatif terhadap wibawa aturan pemerintah daerah.”

“Atas pertimbangan hal hal tersebut di atas maka dirasa perlu sebuah kebijakan yang dapat membiarkan gerobak pedagang kaki lima bisa lewat. Namun pembatasan mobilitas masyarakat tetap bisa dilakukan yakni kebijakan ganjil genap tersebut.”

Dikatakannya, Kebijakan Ganjil Genap ini juga dianggap bisa mengadopsi aturan PPKM level 3 dan 4 yang membolehkan rumah makan untuk menerima pengunjung dengan jumlah tertentu dan waktu tertentu.

“Secara logis kebijakan ganjil genap akan meningkatkan pendapatan dari pengemudi ojol, delman dan becak di tengah kota sehingga diharapkan membantu meringankan beban hidup mereka di masa masa pendemi.”

Baca Juga  Prajurit Batalyon Infanteri Raider 301/PKS Bantu Rehab Pembangunan Masjid Besar Cimalaka

“Dalam pelaksanaannya kebijakan ganjil genap juga akan mencerminkan kolaborasi aparatur pemerintahan yang solid, karena dalam penegakkan aturannya dibutuhkan Kerjasama dari unsur TNI Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.”

“Kebijakan ganjil genap juga bisa dimodifikasi sebagai sebuah sarana wisata, dimana masyarakat bisa menitipkan kendaraannya yang tidak bisa melalui jalur ganjil genap di kantung-kantung parkir yang telah di tentukan lalu pemerintah daerah menyiapkan Bis Tampomas/ Bandros (Bis mirip Odong Odong milik Pemkab Sumedang) untuk wara wiri di sepanjang jalur Tugu Binokasih hingga Bundaran Alam Sari mengantar masyarakat tersebut selama pelaksanaan ganjil genap.”

Kapolres juga menyebutkan jangan sampai ada perspektif sempit bahwa kebijakan ganjil genap selalu dikonotasikan sebagai sebuah kebijakan untuk mengatasi kemacetan di perkotaan.

“Namun kebijakan ganjil genap yang dicoba diimplementasikan di Sumedang haruslah dilihat sebagai dari perspektif ikhtiar pemerintah daerah dalam menangani Covid 19 melalui pembatasan mobilitas masyarakat dengan cara yang lebih humanis,” pungkas dia. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Polres Sumedang Gerebeg Pesta Miras, Polisi Temukan Sajam dan Peserta Gunakan Narkoba

20 Januari 2022 - 14:31 WIB

Tim gabungan Satuan Reskrim dan Sat Reserse Narkoba Polres Sumedang menggerebek dua tempat karaoke di wilayah Kabupaten Sumedang yang berlokasi di Cimalaka dan Jatinangor pada Rabu (19/1/2022) malam.

Satnarkoba Polres Sumedang Berhasil Ringkus Lima Orang Pengedar Sabu

12 Januari 2022 - 20:01 WIB

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat gelar konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba jenis sabu dan ganja di wilayah hokum Polres Sumedang yang dihadiri Kasat Narkoba AKP Bagus Panuntun dan Kasi Humas AKP Dedi Juhana di Mapolres Sumedang. Rabu, 12 Januari 2022.

Selama Dua Pekan 23.053 Anak Umur 6-11 Tahun di Sumedang Tervaksin

11 Januari 2022 - 17:04 WIB

Sebanyak 23.053 dari target 104.546 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Sumedang sudah tervaksin dalam Gebyar Vaksinasi Anak Umur 6-11 tahun serentak di wilayah Sumedang selama 14 hari.

Jelang Natal 2021, Polres Sumedang Perketat Keamanan Gereja

24 Desember 2021 - 23:49 WIB

Polisi melakukan pengamanan sejumlah gereja jelang malam puncak Natal Tahun 2021. Hal itu menurut Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Sumedang Tinjau Pos Pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2021

22 Desember 2021 - 15:14 WIB

Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto melakukan pengecekan pos pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2021 di Sumedang. Rabu, 22 Desember 2021.

Jelang Nataru, Polres Sumedang Musnahkan Ribuan Botol Minuman Keras

22 Desember 2021 - 06:57 WIB

Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Polres Sumedang menyita dan memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merek di Mapolre Sumedang, Selasa, 21 Desember 2021.
Trending di HALO POLISI