SUMEDANG

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Resmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Kabupaten Sumedang

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Redaksi
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka Peresmian "Rumah Aman Simpati Adhyaksa" di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang. Rabu, 19 Januari 2022.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka Peresmian "Rumah Aman Simpati Adhyaksa" di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang. Rabu, 19 Januari 2022. | FOTO: Iwan Rahmat/SO

SUMEDANGONLINE, Disnakertrans: Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka Peresmian “Rumah Aman Simpati Adhyaksa” di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang. Rabu, 19 Januari 2022.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, Anak I gusti Bintang Puspayoga pada kesempatan itu juga meresmikan Rumah Simpati Adhyaksa bagi para korban kekerasan terutama anak-anak sekaligus penandatanganan prasasti, pembukaan tirai, serta gunting pita di Dusun Bojong Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Alhmadulilah hari ini kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan Kejati Jawa Barat dan Kejari dalam rangka launching dan langsung diresmikan oleh Menteri. Tentunya ini motivasi bagi kami guna melaksanakan sebaik-baiknya, karena anak adalah masa depan kita dan aset bangsa yang wajib kit lindungi guna memiliki masa depan. Karena sekarang banyak kekerasan pada anak, karena itulah pemerintah hadir bersama Pentahelix guna memberikan rasa nyaman dan bahagia pada anak,” ujar Dony Ahmad Munir.

Baca Juga  Didukung semangat masyarakat program TMMD sudah mencapai 90 persen

Salah satu upaya untuk memberikan rasa aman, nyaman dan bahagia bagi anak yakni dengan adanya rumah rehabilitasi. “Ini guna menampung dan melindungi serta memulihkan anak, baik secara psikologis guna mengatasi traumanya dan meningkatkan kepercayaan dirinya supaya bisa terus berinteraksi. Ini bagian dari solusi persoalan di Negara serta kami tetap komitmen memuliakan anak dan perempuan,” tandasnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N. Mulyana mengucapkan rasa syukur karena dengan spirit yang mereka bangun dan komitmen. Tidak hanya terbatas di ruang persidangan, tetapi juga memikirkan bagaimana implementasi di lapangan, termasuk bagi anak anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Baca Juga  Tingkatkan Skill Tempur, Ratusan Prajurit Yonif Raider 301/PKS Gelar Latihan Pertempuran Kota

“Oleh sebab itu rumah simpati Aman Adyaksa dengan tema “Jatinangor” jangan tinggalkan nasib anak anak dan korban, dan itu menunjukkan Negara hadir dalam rangka berbangsa dan bernegara. Akan kami terapkan konsep konsep seperti ini ditempat tempat yang lain, selain itu kami mengajak BUMN dan BUMD guna berpartisipasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Bintang Puspayoga mengatakan, ini suatu hal yang sangat luar biasa yang dilakukan KAJATI dan KAJARI serta Bupati Sumedang kami sangat mengapresiasi.

Baca Juga  Derita OTD Jatigede, Rp 50 ribu Sehari untuk Beli Air

“Ini suatu komitmen dan sinergi dan kolaborasi dari aparat penegak hukum kejaksaan tinggi dengan Pemda guna memberikan kepentingan yang terbaik bagu perempuan dan anak yang mendapatkan kekerasan seksual. Ini bisa dijadikan contoh oleh daerah yang lainya untuk menempatkan bangunan bangunan yang peruntukannya emergency. Jika kita lihat pelaporan kekerasan cukup meningkat ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan terhdap aparat penegak hukum. Kapanpun dimanapun dan siapapun pelakunya akan kami tangani secara cepat dan tuntas, jadi jika kita bicara kekerasan muaranya yakni bagaimana Bupati memberikan kebijkan guna melindungi perempuan dan anak,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan