BISNIS

Langkanya Minyak Goreng di Pasar Inpres Sumedang Lantaran Terkendala Jalur Distribusi

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan
inas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang saat tengah melakukan pendataan stock barang di Pasar Inpres Sumedang.
inas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang saat tengah melakukan pendataan stock barang di Pasar Inpres Sumedang. | FOTO: Iwan Rahmat/SO

SUMEDANGONLINE, Sumedang Utara: Miyak goreng curah maupun dalam kemasan di sejumlah kios / los di Pasar Inpres Sumedang mengalami kekosongan stock.

Menurut Rd. Somali selaku Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang kelangkaan yang terjadi tidak hanya untuk kabupaten Sumedang saja tetapi juga daerah lainnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kelangkaan minyak disebabkan tingginya angka permintaan barang, sementara terdapat kendala dalam jalur distribusi.

Baca Juga  Nasib PDAM Sumedang, Warson: Tunggu Hingga Februari

“Sebenaryanya stok ketersediaan minyak goreng itu sudah aman. Hanya saja di tingkat distribusi banyak kendala karena mungkin pengiriman-pengiriman dari produsen, dari pabrik ke tempat distribusi terhambat. Karena terlau banyak permintaan di pasaran sehingga yang biasa normalnya satu minggu pengiriman dua kali, sekarang dua kali lipatnya,” ujar Rd. Somali kepada SUMEDANGONLINE.

Dia berharap ketersediaan minyak goreng di Kabupaten Sumedang dapat kembali normal, apalagi menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya permintaan akan minyak goreng akan kembali tinggi.

Baca Juga  Permasalahan Sampah, Warga Jatigede Berharap Ada Komunitas Peduli Bendungan

Pihaknya disebutkan Somali telah melakukan upaya pendekatan pada para produsen agar dapat mendistribusikan minyak gorengnya secara rutin ke Kabupaten Sumedang. Dan jika diperlukan volumenya bisa tingkatkan.

“Kita berusaha untuk menekan kelangkaan, dan kita sudah melaksanakan kesepakatan dengan distributor untuk bisa menyuplay minyak di Kabupaten Sumedang ini secara rutin. Kalau bisa ditambah volumenya,” tegasnya.

Baca Juga  Genjot Pendapatan, PDAM Sumedang Efektifkan Air Mineral dalam Kemasan

Terkait harga, menurut Somali mengikuti intruksi dari Pemerintah sejak 1 Februari Harga Eceran Tertinggi Rp14 ribu untuk minyak goreng kemasan, dan Rp11.500 untuk minyak goreng curah.

“Cuman ada kendala di pabriknya. Kalau saat ini harganya masih tinggi, karena itu persediaan di pabrik masih stok lama,” jelas dia. ***

Tinggalkan Balasan