SUMEDANG

Forkowas Sesalkan Adanya Aksi Pemukulan pada Wartawan Metro TV oleh Oknum Polisi Polres Sumedang

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Redaksi
Wartawan Metro TV, Husni Nursyaf

SUMEDANG ONLINE – Ketua Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas), Azis Abdulah, menyesalkan adanya insiden pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan Metro TV, Husni Nursyaf.

Apalagi sebut Azis, saat pertandingan tersebut merupakan pertandingan persahabatan antara Tim Polres Sumedang dan BPBD Kabupaten Sumedang, saat kejadian Husni berada di Tim BPBD Kabupaten Sumedang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Azis meminta Polres Sumedang, untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Jika memang benar soal aksi penganiayaan oleh oknum anggota kepolisian terhadap rekan kita wartawan Metro TV, diminta kasusnya diusut tuntas. Apa pun alasannya, itu tindakan penganiayaan,” ujar Azis Abdullah.

Baca Juga  Dihadapan Komisi X DPR RI, Bupati Sampaikan Komitmen Sumedang Jadi Kabupaten Pariwisata

Senada dikatakan Ketua IJTI Jabar, Iqwan Sabba Romli dia pun meminta Polda Jabar dan Polres Sumedang untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Agar tidak terulang peristiwa seperti ini dan memberikan efek jera terhadap anggotanya yang arogan, pimpinan Polda Jabar serta Polres Sumedang, segera memberikan penanganan kepada oknum anggota Polisi tersebut ,” kata Ketua IJTI Pengda IJTI Jabar, Iqwan Sabba Romli di Bandung, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga  Meski Sederhana, Acara HUT ke-10 Forkowas Diisi Bakti Sosial

Iqwan menambahkan, tindakan oknum polisi tersebut sangat brutal dan tidak mencontohkan seorang pengayom Masyarakat.

“Sebagai penegak hukum, polisi harusnya memberikan perlindungan terhadap jurnalis, bukan melakukan tindakan kekerasan atau pemukulan. Walaupun tidak sedang melakukan tugas jurnalis, namun sebagai warga negara berhak bertindak melaporkan atas penganiayaan dan pemukulan dan mendapat perlindungan hukum” ujar pria berkacamata ini.

Baca Juga  Masih Ada 700 KK OTD Jatigede Masih Bermasalah dalam Proses Pengadilan Haknya Belum Bisa Dibayar

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Sumedang Majalengka, Beben HVA akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Harusnya tidak seperti ini. Kalau pun memang ada masyarakat atau rekanan IJTI yang kurang berkenan jangan sampai main pukul tanya apa masalahnya, apa penyebabnya. Tentunya ini akan kita bawa ke ranah hukum,” ujar Beben.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Polres Sumedang. ***

Tinggalkan Balasan