Menu

Mode Gelap

ARSIP · 31 Mei 2010 11:46 WIB ·

SERAHKAN UANG 17,5 JUTA UNTUK RINGANKAN HUTANG NEGARA

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

IWAN RAHMAT/SO TABRAKAN: Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Mungkin banyak prang akan menilai tokoh yang satu ini orang yang aneh.  Keprihatinannya terhadap kondisi Negara yang dililit hutang yang begitu besar,  dalam pemikiran tokoh pengusaha kecil ini menjadi beban besar dimana sebagai warga Negara memiliki kepedulian untuk turut serta dan ingin membayar hutang Negara yang segunung tersebut.  “Sebagai warga Negara saya prihatin dengan kondisi Negara yang memiliki hutang begitu besar, namun sebagai pengusaha kecil saya tidak mampu kalau semua hutang Negara harus saya bayar semua!” kata Pak SUmun (59) Warga Sindangnangoh, Desa Cikahuripan, Cimanggung-Sumedang saat dikunjungi wartawan.

Ia mengaku untuk mewujudkan kepeduliannya tersebut ia pernah datang ke Pemda Sumedang untuk menyerahkan uang agar bisa ikut serta membayar hutang Negara, namun pihak Pemkab yang diterima Bagian Ekonomi Setda Sumedang mendapat penolakan.  Menurut Sumun pihak Pemkab menyarankan agar berkoordinasi lebih dulu dengan pihak Kecamatan.

Baca Juga  Berita di Media SMK Kehutanan Tutup tidak Benar

Kejadiannya memang sudah cukup lama, sekira tahun 2009 Sumun pun mendatangi kantor Camat, bahkan disaksikan oleh Muspika Kecamatan Cimanggung Sumun pun menyerahkan Uang Senilai Rp.17.500.000,- (Tujuhbelas juta limaratus ribu rupiah) ke Camat yang saat itu dijabat Drs. Tono Martono S, M.Si.

Kasie EKonomi Kecamatan Cimanggung saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut, menurutnya Uang senilai tujuh belas setengah juta tersebut diserahkan ke Pak Camat untuk membayar hutang Negara sebagai bentuk partisipasi warga.  Namun ia tak mengetahui selanjutnya nasib uang tersebut.

Baca Juga  MCR NALUK di Nilai BKKBN Pusat

Ketika ditanya wartawan apakah tidak sebaiknya diinfakan untuk Mesjid atau Yayasan Panti Asuhan, Sumun menjawab ringan bahwa pihaknya selaku pengusaha meskipun pengusaha kecil selalu bayar pajak, zakat dan infak.  Sementara uang 17,5 juta itu khusus sebagai bentuk kepeduliannya sebagai warga Negara untuk meringankan beban hutang Negara.  Iapun berharap uang tersebut yang telah disampaikan ke Pak Camat dapat benar benar disampaikan dan digunakan untuk membayar hutang Negara. Ada ada saja.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP