SUMEDANG

Korban Aksi Pencabulan di Sumedang Diiming-iming Roti Gratis

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Fitriyani Gunawan
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat jumpa pers.
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat jumpa pers. | FOTO: Fitriyani/SO

SUMEDANG ONLINEAnak-anak korban pencabulan tersangka SP, 42 tahun, sebelum melakukan aksi bejatnya pelaku mengiming-imingi korbannya dengan roti gratis.

Selain itu dia juga mengaku sempat menonton video porno dengan adegan memperlihatkan persetubuhan antara laki-laki dengan laki-laki.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Menurut keterangan tersangka bahwa yang bersangkutan sebelum melakukan perbuatan tersebut sebelumnya pernah melihat video porno yang isinya perbuatan persetubuhan antara laki-laki dengan laki-laki. Kemudian sewaktu tersangka berkeliling berjualan Roti Anget melihat Anak-anak sedang bermain lalu tersangka merayu anak-anak tersebut dan memberikan Roti secara gratis. Setelah itu tersangka mengajak korban ke tempat sepi dan melakukan aksinya,” ujar Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat jumpa pers.

Baca Juga  182 Satlakar Gempa Disiagakan Hadapi Kebakaran

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, tersangka SP melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak laki-laki dibawah umur pada 23 Maret 2022 sekira pukul 09.00 Wib di wilayah Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

“Tersangka SP melakukan perbuatan cabul tersebut dengan cara membawa korban ke tempat yang sepi kemudian merayunya dan melakukan aksinya,” jelas Kapolres.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan korban diketahui tersangka sudah melakukan aksinya dengan jumlah korban sebanyak 4 orang anak di bawah umur dengan waktu kejadian yang berbeda-beda pada tahun 2019 dan 2021.

“Berdasarkan hasil Gelar Perkara yang telah dilakukan Sat Reskrim Polres Sumedang, didapatkan 2 (dua) alat bukti yang sah dan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan barang bukti yang mengarah kepada perbuatan pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga  Dede Wafat Usai Sepeda Motornya Tertabrak Pick-up

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) undang–undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang–undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Sumedang mengimbau para orangtua, guru atau pengasuh hendaknya mengenalkan pendidikan agama yang kuat kepada anak–anak di lingkungannya.

Baca Juga  Kapolres Sumedang turut serta bagikan takjil gratis

“Ajarkan apa yg diperintah agama dan apa yang di larang oleh agama, awasi pergaulan anak- anak, orang tua wajib tau dengan siapa anaknya bergaul, bermain dan belajar, jangan segan menegur dan mengingatkan jika ada hal- hal yang kurang baik pada pergaulan anak,” tandasnya.

Dikatakan dia, bila ada ditemukan unsur-unsur pornografi, kegiatan pornoaksi, atau perbuatan cabul, jangan segan melaporkan kepada pihak kepolisian baik ditingkat Polsek dan Polres.

“Pelayanan pengaduan yg di berikan Kepolisian kepada masyarakat adalah Gratis, tanpa biaya, sehingga masyarakat jangan segan – segan untuk melaporkan kejadian kriminalitas di wilayahnya,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan