11 Des 2023 22:07 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Fitriyani Gunawan
Salahseorang warga menujukkan tembok rumah yang retak.
Iwan Rahmat/SUMEDANG ONLINE
Salahseorang warga menujukkan tembok rumah yang retak.

SUMEDANG – Sedikitnya 14 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Diduga rumah yang mengalamo tembok retak itu akibat adanya getaran kuat dari mesin mesin berat pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

Informasi diperoleh jumlah rumah rusak tersebut berada di Dusun Nagrak dan Dusun parumasan desa pasekaler Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang.

“Iya memang, banyak rumah-rumah rusak (dampak tol). Itu lokasinya Dusun Nagrak ada di RT 8 RW 4 dan di Dusun Parumasan RT 25 RW 10. Laporan awal jumlah rumah yang rusak itu ada 14 rumah, tapi pada saat dicek jumlahnya lebih dari segitu,” ujar Yaya selaku Kepala Dusun Nagrak saat ditemui wartawan di kantor Kepala Desa Paseh Kaler Yaya. Senin, 11 Desember 2023.

Adanya kerusakan bangunan tersebut sudah dilaporkan ke PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT). Pada saat itu sebut dia, pihak KJT memberikan berjanji akan bertanggungjawab, apapun dampak yang terjadi terhadap rumah-rumah di sekeliling tol.

Seperti diketahui, PT. CKJT merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dimiliki oleh WTR dan memiliki hak pengusahaan jalan tol untuk segmen Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat dengan masa konsesi 40 tahun (2017 – 2057).

“Mereka bilang mau ganti rugi terhadap kerusakan sebagai dampak pembangunan tol, tapi sampai sekarang belum ada realisasi hingga tol sekarang diresmikan,” kata Yaya.

Tak hanya kerusakan fisik, polusi suara dari alat alat berat pun membuat warga susah untuk tidur.

Toto (50) warga Dusun Nagrak, RT 8 RW 4, Desa Paseh Kaler, Kecamatan Paseh, mengaku selama 2 tahun pengerjaan tol hampir tiap hari dirinya tak bisa tidur.

Bukan penyakit insomnia yang diderita Toto, justru mereka begadang setiap malam lantaran bising dengan suara suara dari alat berat. Salahsatunya loader yang merupakan mesin konstruksi untuk memindahkan material seperti tanah, pasir, kerikil, batu, dan material lainnya.

“Aduh Pak kami disini dan warga yang lainnya engga bisa tidur hampir tiap hari karena bising suara mesin tersebut. Selain itu, rumah kami bergetar, photo-photo di dinding bergerak. Perabotan-perabotan di rumah bergeser sendiri pada keluar dampak getaran. Belum ini nih rumah kami, tembok-tembok kami retak-retak,” keluhnya sambil menunjuk ke arah tembok yang rusak.

 

Toto mengharapkan ada kepedulian kepada semua warga yang terdampak di sekeliling tol, khususnya di daerah tersebut, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya dari pihak PT. CKJT.

“Saya mah sederhana aja tadinya bagus ya ingin bagus lagi,” harapnya.

Hal senada juga dialami Asep (45) warga Nagrak RT 8 RW 4. Dia mengatakan, selama proses pengerjaan tol kurang lebih dua tahun, tidak ada perhatian sama sekali dari pihak CKJT. Ia mengharapkan CKJT peka terhadap dampak kerugian yang dirasakan warga.

“Selama dua tahun, kami disini bising, debu, segala macam setiap hari, bahkan sampai rumah-rumah kami rusak, tidak ada perhatian dari pengelola,” keluhnya.

Lanjut dia, memang sebelumnya pihak pengelola tol sudah mengeluarkan prakata jika bakal ada konpensasi terhadap rumah-rumah rusak terdampak tol, tapi realisanya tidak jelas sampai sekarang tol diresmikan.

“Saya sempat denger soal kompensasi dari seminggu-seminggunya itu dikasih berapa gitu, tapi tidak jelas. Nyatanya selama dua tahun saya hanya terima Rp40 ribu. Itu juga dititipi, saya kasihkan kembali ke ema (ibu) lah,” keluhnya.

Kepala Desa Paseh Kaler, Ujang menegaskan agar pihak CKJT segera ambil tindakan. Sebab, bukan main kerugian yang dirasakan warganya.

“Kami harap secepatnya lah, kasihan mereka. Selama 2 tahun itu warga tidak nyaman, mereka (CKJT) harus memikirkanlah, perhatian terhadap warga kami. Saya tahu sendiri bisingnya seperti apa pada saat pembangunan, debu, belum lagi rumah mereka rusak, gimana ini urusannya?,” keluh Kades Ujang ditemui di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Senin.

Komunikasi menyangkut perhatian dan ganti rugi memang sudah disuarakan sejak lama oleh pihak CKJT, namun tak kunjung ada realisasi sama sekali.

“Komunikasi terakhir dua bulan lalu, ketika kami tanyakan, jawabannya ‘siap dan ‘siap, tapi belum ada apa-apa sampai sekarang,” pungkasnya mengeluhkan.***

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial