Mekkah, 25 Mei 2025 — Kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi tahun ini dipastikan terpenuhi dengan baik. Makanan disajikan tiga kali sehari dengan cita rasa khas Nusantara, memberikan kenyamanan sekaligus menjaga kesehatan para jemaah selama menjalankan ibadah.
Menurut Maulana Malik Ibrahim, Kepala Bagian Konsumsi Petugas Haji Indonesia, jadwal makan disusun secara teratur dan menyesuaikan kondisi jemaah di Tanah Suci.
“Kami mulai menyajikan sarapan pukul 05.00 hingga 07.00 WAS, makan siang pukul 12.00 hingga 14.00 WAS, dan makan sore pukul 17.00 hingga 19.00 WAS,” terang Maulana.
Semua Bahan Diimpor dari Indonesia
Seluruh bahan makanan diimpor langsung dari Indonesia, termasuk beras, sayuran, daging, hingga bumbu sambal. Proses pengolahan dilakukan di Arab Saudi oleh tenaga kerja asal Indonesia untuk menjaga cita rasa autentik dan menyesuaikan dengan selera jemaah.
“Masakan Arab biasanya berempah kuat dan cenderung asin. Itu tidak cocok untuk sebagian besar jemaah kita, terutama lansia. Maka kami pastikan rasa tetap seperti masakan rumah,” tambah Maulana.
Metode pengolahan yang terstandar dan higienis juga diterapkan guna menghindari gangguan pencernaan yang dapat mengganggu kelancaran ibadah.
Pelayanan Tanpa Keluhan
Hingga hari ini, pihak konsumsi belum menerima keluhan dari jemaah terkait makanan, baik dari segi rasa, jumlah, maupun distribusi. Hal ini disampaikan melalui laporan para Koordinator Rombongan (Karom).
“Alhamdulillah, tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Sistem logistik dan distribusi sudah lebih matang, dan kami terus melakukan evaluasi,” jelas Maulana.
Tantangan Data dan Solusi Lapangan
Meski demikian, Maulana mengakui adanya tantangan terkait sinkronisasi data antara manifest jemaah dan informasi hotel dari syarikah (penyelenggara dari pihak Arab Saudi).
“Kadang ada pasangan suami istri yang ditempatkan di hotel berbeda sehingga datanya tidak otomatis masuk ke sistem permintaan makanan kami. Tapi, prinsip kami adalah tetap melayani semua jemaah yang berada di wilayah kerja,” tegasnya.
Fokus pada Layanan Optimal
Dengan jadwal konsumsi yang terstruktur, bahan makanan yang berkualitas, serta komitmen pelayanan tanpa diskriminasi, Kementerian Agama RI bersama tim konsumsi petugas haji terus bekerja untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang, aman, dan nyaman.
“Kami ingin memastikan bahwa logistik konsumsi bukan menjadi kendala, melainkan bagian dari dukungan penuh bagi jemaah dalam menjalankan ibadah,” tutup Maulana. ***


















