Makkah, 4 Juni 2024 – Hari ini, Rabu (4/6/2025) bertepatan dengan 8 Zulhijah 1446 H, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah untuk menjalani wukuf besok, 9 Zulhijah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kembali mengingatkan jemaah untuk mematuhi larangan ihram dan memperbanyak amalan selama wukuf.
“Kepada para jemaah haji, saya ingatkan kembali, ingat ya hal-hal yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan pada saat kita melakukan wukuf di Arafah,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Makkah.
Menag menegaskan larangan keras selama berihram, seperti menutup kepala bagi laki-laki, mencukur rambut, atau membunuh binatang. “Jangan sampai pakai peci karena kepanasan. Itu harus bayar dam, karena nggak boleh menutupi kepala,” tegasnya.
Bagi perempuan, lanjut Menag, jangan terlalu asyik menyisir rambut karena rambut yang jatuh bisa membatalkan ihram dan harus membayar dam.
Selain itu, larangan seperti mencabut rumput, mematahkan ranting pohon, atau membunuh serangga harus dihindari oleh jemaah.
“Jangan iseng mencabut rumput, mematahkan ranting pohon, membunuh nyamuk. Itu tidak dibolehkan selama berihram,” tutur Menag.
Menag juga menekankan pentingnya menjaga ucapan selama wukuf, termasuk menghindari ghibah atau kata-kata buruk, terutama saat berkomunikasi melalui aplikasi perpesanan.
“Jangan sampai nanti asyik bicara WA tapi me-WA negatifkan orang. Itu merusak haji. Jangan ghibah, jangan berkata kotor,” pesan Menag.
Selama wukuf, Menag mendorong jemaah untuk memperbanyak doa, membaca Al-Quran, dan memohon ampunan. “Doa kita insya Allah tidak ditolak Allah SWT kalau doa itu kita panjatkan di Padang Arafah,” katanya.
Menag juga meminta keluarga jemaah di Tanah Air untuk mendoakan kelancaran ibadah haji. “Kepada keluarga jemaah haji, mohon doakan kami semuanya, para petugas, para jemaah, agar seluruh rangkaian puncak haji berjalan lancar,” katanya.
Terakhir, Menag berpesan agar jemaah tidak hanya mendoakan diri sendiri, tapi juga bangsa dan negara Indonesia. “Doakan juga bangsa dan negara kita supaya menjadi bangsa yang stabil, terus berkembang, kompetitif, dan mengharumkan nama bangsa di Tanah Suci,” pungkas Menag. ***


















