Peneliti menemukan 1.212 fosil Homo erectus dan 36 spesies vertebrata lain di dasar Laut Jawa, tepatnya di Selat Madura, Jawa Timur. Penemuan ini dipublikasikan pertengahan Mei 2025 dan disebut sebagai temuan arkeologi pertama di wilayah Laut Jawa sekaligus bukti keberadaan kehidupan purba di benua tenggelam Sundaland.
Fosil-fosil tersebut ditemukan sejak 2015 melalui proses penggalian di lokasi reklamasi pulau di perairan Gresik yang bertujuan membangun pelabuhan. Proses pengerukan yang berlangsung pada kedalaman 20-50 meter di sebelah utara Pelabuhan Tanjung Perak membuka kemungkinan besar tersimpannya kekayaan arkeologi dasar laut Indonesia.
Penemuan awal dilakukan oleh Harold Berghuis, konsultan geologi sekaligus doktoral Fakultas Arkeologi Universitas Leiden, yang tanpa alat khusus berhasil mengumpulkan fosil-fosil penting. Setelah dikirim ke Museum Geologi Bandung, fosil-fosil tersebut dikonfirmasi sebagai sisa-sisa Homo erectus berusia sekitar 140.000 tahun.
Selain fragmen tulang dahi dan tempurung kepala Homo erectus, ditemukan pula fosil vertebrata lain dari dasar laut yang memperkaya data mengenai kehidupan purba di wilayah Sundaland. Harold menyebut temuan ini sebanding dengan fosil manusia purba lain yang ditemukan di Laut Utara Belanda dan Selat Taiwan.
Penemuan ini menegaskan potensi besar arkeologi bawah laut di Indonesia, membuka peluang penelitian lebih dalam terhadap sejarah kehidupan purba di wilayah ini. ***











