Sumedang

Pilkades Situraja Sumedang 2026, Tujuh Desa Bentuk Panitia

📷 Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Camat Situraja Cecep Supratna memastikan tujuh desa di wilayah Kecamatan Situraja yang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 telah memasuki tahapan persiapan.

SUMEDANG, Sabtu (12/6/2026) – Camat Situraja Cecep Supratna memastikan tujuh desa di wilayah Kecamatan Situraja yang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 telah memasuki tahapan persiapan. Sejumlah desa bahkan telah membentuk dan melantik Panitia Pilkades sebagai langkah awal pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Cecep usai menghadiri kegiatan Piloting Penanganan Kemiskinan Berbasis Intervensi yang digelar di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja.

Cecep menjelaskan, masa jabatan kepala desa di tujuh desa di Kecamatan Situraja akan berakhir pada tahun 2026 sehingga tahapan Pilkades mulai dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Di Kecamatan Situraja ada tujuh desa yang kepala desanya mengakhiri masa jabatan pada tahun 2026. Beberapa desa sudah melaksanakan tahapan, di antaranya pembentukan Panitia Pilkades. Bahkan sebagian desa sudah melaksanakan pelantikan panitia,” ujarnya.

Pihak kecamatan, kata Cecep, terus mendorong percepatan tahapan awal agar seluruh desa dapat segera membentuk dan melantik panitia penyelenggara.

“Kami pastikan minggu depan seluruh tujuh desa tersebut sudah melaksanakan pembentukan sekaligus pelantikan Panitia Pilkades di desanya masing-masing,” katanya.

Netralitas Panitia Jadi Perhatian

Dalam menghadapi Pilkades Serentak 2026, Cecep menegaskan pentingnya menjaga netralitas panitia penyelenggara. Ia menilai Pilkades memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan pemilihan gubernur, bupati maupun presiden karena hubungan sosial masyarakat desa yang sangat dekat.

“Kami terus memberikan motivasi dan dukungan kepada panitia Pilkades karena situasinya berbeda dengan pemilihan gubernur, bupati maupun presiden. Di desa, hubungan antarwarga sangat dekat, bahkan banyak yang masih memiliki hubungan keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat panitia harus mampu menjaga profesionalitas dan tidak memihak kepada calon tertentu yang akan bertarung dalam Pilkades.

“Panitia harus bisa memposisikan diri secara netral. Netralitas ini sangat penting karena sangat rentan terjadi konflik kepentingan, apalagi jika ada hubungan kekerabatan dengan calon kepala desa yang akan bertarung,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas

Selain menyoroti peran panitia, Cecep juga mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Ia mengatakan, Pilkades merupakan pesta demokrasi desa yang membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam hingga masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat menahan diri dan tetap menjaga persatuan. Pilkades memang memiliki potensi gesekan karena masing-masing warga memiliki kedekatan dan dukungan kepada calon yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Cecep berharap sinergi seluruh pihak dapat menciptakan pelaksanaan Pilkades yang aman, tertib, demokratis dan damai sehingga hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

“Kami ingin seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar, demokratis dan kondusif. Dengan begitu, hasilnya dapat diterima oleh semua pihak dan mampu membawa kemajuan bagi desa masing-masing,” pungkasnya.***

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak