Home / ARSIP

Minggu, 9 Mei 2010 - 02:50 WIB

Urang Sumedang Janten Tuan Di Lemah Caina



Herman Suryatman

Kehidupan di Daerah Khususnya Sumedang tidak terlepas dari kehidupan Internasional. Kita tidak hanya berdiam diri seperti kera membawa kelapa, hal tersebut yang disampaikan Herman Suryatman (39) dalam sambutannya dihadapan puluhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Sumedang, dalam Acara Rapat Pleno, pasca pelantikan pengurus baru priode 2010 – 2015, di Ruang Rapat Bappeda – Kabupaten Sumedang, Kamis(08/05).

Lebih lanjut, Herman mencotohkan pasca Free Area China dan Asean mulai tahun 2010. 99 Item produk luar dengan leluasa masuk ke Indonesia tidak terkecuali Sumedang, jika hal tersebut tidak diimbangi dengan kualitas dan quantitas produk Sumedang maka produk – produk lokal tersebut akan kalah bersaing dengan produk asing.

“Mangga lamun teu percaya jalan – jalan ke Griya. Aya sabaraha item produk Sumedang. Ini sangat menyakitkan”Ujarnya prihatin.

Tidak hanya diproduk Herman pun mencotohkan bahwa kita juga berkompetisi dalam hal skill, ia pun mencotohkan Pembangunan Waduk Jatigede yang notabene berada di Kabupaten Sumedang tetapi yang mengerjakannya hanya segelintir orang Indonesia khususnya Sumedang, selebihnya; menurut Herman, adalah orang – orang dari China.

Melihat kenyataan tersebut Herman sangat berharap banyak, warga Sumedang harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri.

“urang Sumedang janten tuan di lemah caina, janten subject pembangunan, jadi pemetik pembangunan, bukan sabalikna, tapi itu balik deui ka urang Sumedang”Ujar Herman, sembari mencotohkan China, Jepang mampu berdiri sendiri dengan kakinya sendiri sehingga ia mampu bersaing bahkan mampu menguasai dunia.

Baca Juga  Sejarah Tahu Sumedang

Untuk mengatisipasi hal tersebut, dia menawarkan konsep Opat Pasagi Kalima Pancer, hal tersebut disesuaikan dengan kondisi Sumedang saat ini. Opat Pasagi artinya dampak tantangan strategi dan Lima di Pusatnya.

Keempat pasagi itu adalah :

Tantangan Strategi Sumedang

  1. Disebelah ujung bagian barat Sumedang terdapat kawasan Jatinangor yang berbatasan dengan Bandung, yang merupakan kawasan Bandung Metropolitan Area. Banyak peluang nanti yang dapat ditangkap oleh Jatinangor. Sesuai dengan RPJMD maka kawasan tersebut nantinya akan dijadikan pusat kota di Ujung Sumedang.
  2. Pembangunan Waduk Jatigede 2013 direncanakan selesai. Apakah Karang Taruna dan masyarakat Sumedang bukan hanya menjadi penonton, Tanya Herman. Karang Taruna disana harus berperan banyak, karena karang taruna tidak hanya diam menunggu dari pemerintah tetapi harus menjemput langsung ke Bupati “Kami melihat ini … ini …, enternaite nya bagaimana?” Jelas Herman memberikan support.
  3. Pembangunan Bandar Udara Kertajati yang merupakan Bandara Internasional Export – Import, daerah Ujungjaya. Mau tidak mau dampaknya juga akan terasa ke Ujungjaya dan Kabupaten Sumedang. Jika kita tidak siap, maka 2013, kita hanya jadi kuli di tanahsendiri, ujar Herman.
  4. Jalan Tol Cisumdawu; 2011 kontrusi mulai. Herman pun melakukan survey secara pribadi, menurutnya akibat negative dari adanya jalan tersebut aka nada ribuan restoran yang akan gulung tikar, dan ratusan ribu yang kehilangan mata pencaharian.
  5. Pusat Kota, menurutnya kabupaten Sumedang merupakan kabupaten paling tua, dengan usia 432 tahun.
Baca Juga  Dirjen Bina Marga Tinjau Cadas Pangeran

Herman pun memohon maaf karena banyaknya akses – akses jalan yang rusak dan hampir 50% jalan – jalan di Sumedang rusak, jalan memang sebagai salah satu tolok ukur pembangunan tetapi bukan hanya itu saja IPM Sumedang, menurutnya diatas rata – rata Jawa Barat. Sumedang 72.26 sementara Jawa Barat rata – rata 71.12, dan lainnya menjadi tolok ukur pembangunan adalah Pendidikan, Kesehatan. Untuk Pelaksanaan Otonomi Daerah Sumedang merupakan Urutan ke-4.

“Manusianya dulu dibangun, baru insfratukturnya. Idealnya sih dua-duanyanya tapi anggaran kita terbatas”Ujar Herman.

Untuk membuat daya saing menangkap peluang – peluang tersebut dalam jangka waktu tiga tahun, jawabannya menurut Herman adalah Budaya, karena budaya sudah ada dan tumbuh di masyarakat. Budaya bukan kesenian karena kesenian hanya sebagian kecil saja. Budaya menyangkut nilai –nilai prilaku dan karya.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

ARSIP

Rem Blong, Truk Nyeruduk Pengendara Motor

ARSIP

TDL Naik, Tidak Akan ada PHK

ARSIP

Banjir Cipeles, 32 Ha Sawah Terendam

ARSIP

Seleksi Calon Kepala Sekolah TK, SD

ARSIP

Airlangga: Optimis 2013 Jatigede Selesai

ARSIP

Pengusaha Asal Sumedang Dikunjungi Wabup

ARSIP

Jatinunggal dan Situraja Unggul Sementara

ARSIP

BBC Ganeas Galang Dana untuk Korban Merapi, Mentawai