Home / DAERAH

Senin, 20 Februari 2012 - 09:22 WIB

Kayu Ditebang di Astana Gede, Bermasalah



CIPAKU-Kebijakan Kades Cipaku, Didin Nurhadi, yang mengizinkan penebangan kayu di makam Astana Gede membuat warganya berang.
Mereka mengaku tidak mengetahui adanya permintaan kayu dari salahsatu desa.

Ironisnya, untuk pembangunan Mesjid setempat justru Kades menyarankan untuk membangunkan dengan mempergunakan kayu randu.

“Aneh, untuk luar Desa dikasih kayu bagus untuk desanya sendiri tidak, malah mau pake randu, kuat berapa lama?” tanya warga.

Baca Juga  Kang Uu Hentikan Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren Husnul Khotimah

Kades Cipaku mengakui kehilapannya. Namun karena kayu telah ditebang, kades pun masih menyerahkan keputusan ke warga.

Menurut, Aden, karena desa sipemohon itu membutuhkan dua batang, namun yang ditebang 3 batang, dia menyarankan untuk memberikan yang dua dan satu ditarik atau dipending dulu, sampai permasalahan bisa diselesaikan.

Baca Juga  Permata Air Mata Masih Misteri

Kades Didin, dan warga menyepakati hal itu, hanya saja warga meminta untuk kedepannya dibuatkan peraturan desa yang jelas.

“besok BPD, akan bermusyarawah untuk hal kayu ini,” papar kades.(fitri)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Permata Air Mata Masih Misteri

DAERAH

Warga Sambut Pembangunan Pasar Darurat

DAERAH

Jalan Sukasari-Lembang, Masih Proses DED

DAERAH

Dua Kades ‘Ditodong’ Tandatangan

DAERAH

Samsat Terlalu Premature Atasi Permasalahan Jatigede

DAERAH

Colt Bak Senggol Motor, Satu Meninggal

DAERAH

Konflik Keluarga, Istri Bakar Rumah

DAERAH

PKS Peduli OTD Jatigede, bantu warga Pasirkandaga