Home / DAERAH

Rabu, 7 Maret 2012 - 08:31 WIB

JEMBATAN CICAPAR DITAMBAL WARGA



Alfin, warga Bakan Bandung melintas membawa rumput di jembatan Cicapar yang telah diperbaiki warga seminggu lalu

SITURAJA – Tak banyak warga yang peduli dengan kondisi jalan disekitarnya, tapi tidak dengan, Agus, pria berusia 35 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang tambal ban di betulan Cicapar, Desa dan Kecamatan Situraja. Sering terjadinya kecelakaan, membuat empatinya timbul, untuk menambal lobang yang menganga di bahu jembatan Cicapar.

“Kurang dari seminggu saya menambal bahu jalan yang berlobang itu, karena saya prihatin banyak kecelakaan yang terjadi, terutama para pengendara yang melintas malam hari,” tuturnya ditemui Sumeks, Minggu (4/3).

Dikatakan Agus, proses penambalan sendiri dibantu 3 tetangganya, termasuk pemilik sebuah kolam renang Cicapar. Saat itu menurut Agus, pemilik kolam renang Cicapar, sedang ada pembangunan kolam, kemudian Agus berinisiatif meminta sebagian adukannya, untuk menambal jalan yang berlobang.

“Ya, Alhamdulillah dia ngasih, hari itu juga kami mengerjakan penambalan, bahkan sempat pihak PU juga melintas, karena saat itu di tengah jalan dipasang ban,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, akibat adanya lobang di bahu jalan di betulan Cicapar, dalam sebulan terakhir terjadi 3 kali kecelakaan, satu diantaranya merenggut korban jiwa. “Itu terjadi pada lobang yang ada di sekitar Ciderma, itu kan lobangnya dalam, saya tidak tahu orang mana, tapi dia katanya meninggal. Kejadian kecelakaan terjadi pada malam hari, kalau orang yang baru lewat kan tidak tahu, disangkanya jalannya bagus,” imbuhnya.

Baca Juga  Kunjungi Wado, Ecek Nonton Sepak Bola Antar SD

Banyaknya kecelakaan lalu lintas tersebut selain faktor jalan, juga minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), menurut Agus, dilokasi itu hanya ada satu lampu PJU di belokan Cicapar.

Sebelumnya Kepala Desa Sukaluyu, Dadang Koswara, sempat memberitahukan perihal jalan tersebut melalui pesan singkatnya. Ia sempat menduga, pengerjaan penambalan jalan dengan adukan semen itu dilakukan pihak PU.

“Saya sewaktu melihat jembatan tersebut, kok kelihatannya menggunakan semen, tolong ditanyakan itu, kepada Dinas PU Jawa Barat,” ujarnya, melalui pesan singkat, Jumat malam(2/3).

Menanggapi hal itu Pengawas Jalan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat, Suranta, membenarkan, jembatan Cicapar diperbaiki oleh warga dengan cara memasang adukan semen dilobang-lobang jalan, bahkan dirinya mengakui saat pengerjaan itu melintas di lokasi itu.

“Saya lupa kapan waktunya, tetapi saat saya lewat itu warga sudah memasang ban, dan lobang yang sebelumnya menganga sudah ditutup aduk,” ujar Suranta, dihubungi Sumeks melalui selulernya.

Dikatakan Suranta, pihaknya telah beberapa kali mengajukan perbaikan jembatan Cicapar, namun selalu kandas, ia menyebutkan paling utama dari jembatan itu mengganti lantai jembatan yang sudah tidak laik.

“Kita sudah mengajukan usulan untuk mengganti lantainya, kalau pilarnya kan masih bagus, tapi sudah beberapa kali saya usulkan, belum turun juga anggarannya,” imbuhnya.

Baca Juga  Standar Turun, Motor Hantam Avanza

Ditanya ada kesan seperti karet dalam jembatan itu, ia mengatakan, itu akibat kondisi jembatan sudah tua, berumur lebih dari 20 tahun. Bila kendaraan berat lewat akan menimbulkan goyang, lain dari itu, ada beberapa bagian dari jembatan seperti baud yang hilang.

“Kalu beban muatan kendaraan besar itu bisa goyang, bergoyangnya itu akibat dari geladaknya yang sudah tua, selain itu di bawahnya juga sudah pada berkarat, tapi kemarin sudah kita cek ulang, termasuk beberapa baud yang lepas sudah kita pasang lagi,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, geladak jembatan Cicapar untuk saat ini terlalu kecil untuk ukuran jalan provinsi yang dilewati kendaraan-kendaraan besar. “Saya sudah mengusulkan karena bentang sepanjang 33 meter, harusnya sudah menggunakan balok T yang bagus, karena sekarang ada 3 bentang dengan satu bentang panjangnya 11 meter, udah diusulin, bahkan pernah mau goal, tapi lagi-lagi kandas, alasannya karena ada relokasi, jadi dibatalin,” kata Suranta.

PU Provinsi sendiri dikatakan Suranta, masih memprioritaskan pengerjaan perbaikan di kawasan Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, karena banyaknya logakan pada jalan yang sama membahayakan.

“Kan waktu itu diberitakan di Sumeks, kan katanya ada yang celaka akibat logakan jalan di Cieunteung itu, janji PU kan februari atau maret akan diperbaiki, makanya saya prioritaskan di sana, kebetulan memang di sana juga paling parah, selain Cieunteung, daerah Desa Kirisik, Kecamatan Jatinunggal pun segera akan kita perbaiki,” paparnya.(ign)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

BATAL KEMPING, TRUK MASUK JURANG

DAERAH

Kwaran Jatinunggal, Implementasikan Hasil KMD

DAERAH

Kesadaran Berkurban Meningkat
Warga di Kecamatan Buahdua dan Kecamatan Conggeang menggelar Istigasah Akbar dalam rangka menolak rencana Geothermal Gunung Tampomas, Rabu 28 April 2021.

DAERAH

Warga Gelar Istigasah Akbar Tolak Rencana Geothermal Gunung Tampomas

DAERAH

Pemilik Traktor, Akui Sulit Dapatkan Solar

DAERAH

Dampak Sosial Terabai, ACL Boikot Pilkada

DAERAH

Dedi : Baliho Samsat PWJ, Ngalédék OTD

DAERAH

Bagong seruduk siswa PAUD