DARMARAJA - Para Mahasiwa Universitas Pajajaran yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) mengaku tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam berkenaan dengan permasalahan dampak sosial Jatigede. Bahkan mereka akan mengangkat kehidupan sosial masyarakat Orang Terkena Dampak (0TD) Jatigede dalam film dokumenter. "Film ini bercerita tentang permasalahan dampak sosial. Yang ternyata dirasakan pula oleh seorang pelajar yang ingin melanjutkan sekolah setelah lulus SMA. Permasalahan kelasiknya justru terjadi, kembali pada biaya," kata Deden Habibi (20), kepada SO, Sabtu (02/02/2013). Sebut dia, selain dari sudut pandang pelajar. Dalam film itu pun akan bercerita banyak kaitan dengan warga OTD. "Karena ini berupa film dokumenter sehingga mengambil dari berbagai sudut pandang. Dari mulai tokoh pelajar, masyarakat, hingga pihak proyek jatigede dan sebagai pihak yang netral kita juga memasukan unsu pers," tambahnya. Para mahasiswa unpad pun pernah melakukan observasi sejauh mana masyarakt Sumedang mengetahui tentang Jatigede. "Kami pernah melakukan wawancara dengan sejumlah orang di Jatinangor, ternyata mereka tak sedkit yang belum tahu tentang Jatigede. Padahal ini katanya sudah merupakan isu nasional," tambahnya. Nanang Sutisna, salasatu wartawan. Mengemukakan pendapatnya, jika selama ini memang terdapat kebuntuan informasi. Bahkan tingkat pusat, analisanya, tak begitu paham dengan Jatigede. "Mereka menganggap jika permasalahan Jatigede itu sudah selesai," pendapat nanang. Permasalahan mendasr dari Jatigede itu sebut dia, ada pada OTD 84-86. Jika permasalahan kaitan dengan OTD selesai, ia yakin permasalahan lain pun dapat tuntas. (FIT)/SUMEDANG ONLINE

Mahasiswa Unpad, Bikin Film Jatigede

DARMARAJA – Para Mahasiwa Universitas Pajajaran yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) mengaku tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam berkenaan dengan permasalahan dampak sosial Jatigede. Bahkan mereka akan mengangkat kehidupan sosial masyarakat Orang Terkena Dampak (0TD) Jatigede dalam film dokumenter.
“Film ini bercerita tentang permasalahan dampak sosial. Yang ternyata dirasakan pula oleh seorang pelajar yang ingin melanjutkan sekolah setelah lulus SMA. Permasalahan kelasiknya justru terjadi, kembali pada biaya,” kata Deden Habibi (20), kepada SO, Sabtu (02/02/2013).
Sebut dia, selain dari sudut pandang pelajar. Dalam film itu pun akan bercerita banyak kaitan dengan warga OTD. “Karena ini berupa film dokumenter sehingga mengambil dari berbagai sudut pandang. Dari mulai tokoh pelajar, masyarakat, hingga pihak proyek jatigede dan sebagai pihak yang netral kita juga memasukan unsu pers,” tambahnya.
Para mahasiswa unpad pun pernah melakukan observasi sejauh mana masyarakt Sumedang mengetahui tentang Jatigede. “Kami pernah melakukan wawancara dengan sejumlah orang di Jatinangor, ternyata mereka tak sedkit yang belum tahu tentang Jatigede. Padahal ini katanya sudah merupakan isu nasional,” tambahnya.
Nanang Sutisna, salasatu wartawan. Mengemukakan pendapatnya, jika selama ini memang terdapat kebuntuan informasi. Bahkan tingkat pusat, analisanya, tak begitu paham dengan Jatigede. “Mereka menganggap jika permasalahan Jatigede itu sudah selesai,” pendapat nanang.
Permasalahan mendasr dari Jatigede itu sebut dia, ada pada OTD 84-86. Jika permasalahan kaitan dengan OTD selesai, ia yakin permasalahan lain pun dapat tuntas. (FIT)