Kearifan Lokal

Ini dia terjemah Bahasa Indonesia Kitab Waruga Jagat

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Ilustrasi
Ilustrasi | FOTO: Ilustrasi

(1) Kosim berputra Abdulmuthalib, Abdulmuthalib ber Abdullah, Abdullah berpputra puputra Nabi kita s.a.w., Nabi kita berputra Fatimah. Fatimah berputra Hasan Husein, Husein berputra Zainal Abidin, Zainal Abidin berputra Bani Ratu Israil, Bani Ratu Israil berputra Ratu Raja Yuta. Ratu Raja Yuta berputra Raja Mesir … Raja Mesir berputra Susuhunan Gunung Jati. Susuhunan Gunung Jati berputra Pangeran Pasarean, Pangeran Pasarean berputra Pangeran Dipati Balagayam, Pangeran Dipati Balagayam berputra Panembahan, Panembahan berputra Panembahan Ratu, Panembahan Ratu berputra Pangeran DIpati, Pangeran Dipati berputra Panembahan Girilaya, Panembahan Girillaya berputra Sultan Komaruddin, Sultan Komaruddin berputra Pangeran Rajaningrat di Negara Cirebon. Tamat.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inilah cerita hadis. Barang siapa mendengarkan, membaca pengajaran itu disamakan dengan Qur’an tigapuluh juz dan masih disamakan dengan perang sabil seribu kali dan kalau digunakan jadi obat serta …. Dirumahnya jatuh karena fitnah setan iblis dan kalau ia masuk neraka aku yang akan mengatakan supaya dimuliakan. Inilah cerita putra Nabi dari (istrinya) yang muda dinamai Baginda Sam. Baginda Sam berputra Bakarbuwana, yang berputra Manaputih … gantungan. Manaputih … Gantungan berputra Ongkalarang, Ongkalarang berputra Sayar. Ratu Sayar berputra Ratu Majakane, Ratu Majakane berputra Parmana. Parmana berputra lima orang: Yang seorang Ratu Galuh.

 

(2) Ratu Sriputih. Yang seorang Sang Rajaputih. Yang seorang Atmasuci. Yang seorang Ratu Brahma. Ratu Brahma dibawa dari Selan ke Nusa Arah, mendirikan dukuh di Medangkamulan bersama adiknya perempuan bernama Ratu Dewi Hasta Terusgumuling. Maka bercocoktanam jawawut, karena itu dinamai Nusa Jawa. Maka beristri putera Ratu Mesir yang bernama Ratu Parwatasari. Adik putra Ratu Mesir yang laki-laki bernama Ahmad nikah, bertemu adik dengan adik. (Pengikutnya) dari Selan seribu dari Mesir seribu berpindah tempat ke Gunung Kidul. (Ratu Galuh) berputra tiga orang. Yang seorang Ki Dipati Hariang Banga, kedua Ki Dipati Ciungmanarah, dan Ratu Marajasakti. Adapun … ditinggalkan di Ujungkulon oleh Kakek Bagawat. Maka lama-lama lalumeninggaldn dikubur, maka dari pada anak perempuan yang mati itu, karena ia menangis amat sangat ingin buah-buahan, yang sangat lezat anak itu terusmenerus menangis hingga meninggal, mayatnya dikubur, lama kelamaan tumbuh dari pepohonan matanya jadi batang padi dan sekalian bahan pangan yang enak-enak. Maka Putra Ratu Mesir itu meninggal, Ratu Parwatasari diserahkan ke Medangkamulan, rakyatnya seribu bawaannya bersuami asalnya di Nusa Jawa. Adapun Ratu Barahma datang di Negara, putranya perempuan

 

(3) diberikan kepada ratu Medangkamulan, lalu berputra dari Ratu Istri yang … panas di Negara … lalu diusir ke ….. barat maka nikah dengan Ki Jakahtawa lalu … Tegak kepanasan, serta berputra lalu mati dikubur, lalu tumbuh jadi kayu samida namanya, tempatnya di pesisir, tembulinya dibuang ke laut, maka menjadi segenap yang berbisa di laut. Sang Rasaputih tiba di Balungbangan, berputra istri yang diberikan kepada Ratu Medangkamulan. Berputra dari Jakahtawa, maka nikah kepada Nyi Ragasia. Maka berputra kayu-kayuan, ketika berbuah lahir bayi dan ‘lelenge rujak hangor’ semua menjadi bisa yang ada di Nusa Jawa. Adapun Atmasuci bertapa di Sam Utara. Tempatnya … Kepada Ki Sadana, berputra perempuan namanya Dwirasa … Kepada Raden Jayakeling, itulah asalnya sekalian … bertempat tinggal dan adalah karena rajaputra pindah kepada … yang dipuja, Cahaya yang keluar dari mata sebabnya dinamai Ratu Galuh, karena Ratu berdaulat, maka adalah kehendak Allah memurkai hambaNya, sebab tidak menganut sareat Nabi Noh, maka semuanya naik perahu, adapun Ratu Galuh mencinta gunung tinggi tujuh langit.

Baca Juga  Wayang Golek

 

(4) Lalu semua rakyatnya naik gunung, setelah kering lalu turun dari gunung, maka naik ke Bojonglopang, membuat dukuh, maka diwujudkan gunung kulon, dipanah oleh malaikat, lalu hancur gunung itu menjadi sekalian kabuyutan di Nusa Jawa. Ratu Galuh putranya dari bangsa manusia yang sulung Hariang Banga, yang kedua Ciungmanarah dan yang ketiga Ratu Marajasakti. Adapun Hariang Banga itu berputra Ki Gedeng Mantalarasa. Ki Gedeng Mantalarasa berputra ki Gedeng Mesir, Ki Gedeng Mesir berputra Ratu Majapahit, berputra Ki Gedeng Jati, berputra Ki Gedeng Kartadipura, berputra Ki Gedeng Sari, berputra Ki Gedeng Kacung, berputra Ki Gedeng Suruwud, berputra Pangeran Sedang Karapyak, berputra Pangeran Sedang Kamuning, berputra Sultan Mataram, berputra Susuhunan Tegalwangi, berputra Susuhunan Mangkurat, berputra Pangeran Dipati Anom. Adapun putra Ciungmanarah diturunkan di Pajajaran, pada masa bawaanya pandai 800 dan putera perempuan yang bernama Purbasari, bersuami Lutungkasarung, putra dari Manggungmendung, berputra Linggahiang, berputra Susuktunggal.

 

(5) Berputra Perbu Mundingkawati, berputra Perbu Anggalarang, berputra Mundingwani, yang dahulu menjadi Ratu Sunda, berkuasa di Pajajaran. Putra Ratu SIluman tujuh orang banyaknya, yang pertama Ki Jakahlarang, tempatnya di Roban, yang kedua Ki Tua Sapularang tempatnya di Tanjungbang. Ki Diriawangi tempatnya di Wiraga dan yang keempat Ki Koyopok tempatnya di Guha Upas, yang kelima Ki Kompanglaang tempatnya di Guha Pajajaran, yang keenam Ki Dulek pernahnya di Sancang, yang ketujuh Ki Kelewing tempatnya di Pajajaran. Inilah anak-cucu Sunda tatkala Pakuan makmur: Raden Töngödari Rajamantri, Raden Mömöt dari Padnalarang, Raden Sakian Sambulagungsari, dari Ratu Bancana yang tua Mundingdalem … Sanghiyang Perbu Sangkanbönghar berputra Sanghiyang Lemansanjaya, berputra Sanghiyang Rajuna, berputra yang …. Berputra yang Sedang Taman, berputra yang Sedang Pangkalan, berputra Sanghiyang Sogol berputra Raden Senapati Angalaga, Raden Senapati Angalaga berputra Sanghiyang Panangah, berputra Sanghiyang Lebakwangi.

 

(6) Yang seorang putra Ratu Sunda dinamai Sangyang Agung, berputra Sanghyang Maya, berputra Taden Narasinga di Cirebon, berputra Sayagati. Yang seorang lahir di Buniwangi, putra Dalem Rumenggong, dinamai Ratu Parmana, berputra Ratu Parmana di Puntang berputra Ratu Pantenan, berputra Ramadewa, berputra Susuhunan Ranggalawe, tempatnya di Timbanganten.Yang seorang d inamai Keboputih, maka nikah kepada putra Susunan … Dalangu, berputra Susunan Rajamandala tempatnya di Cahur. Adapun yang lahir dari Ratu Akri dinamai Perbu Limansanjaya, tempatnya di Limbangan. Yang seorang puteranya Gurugantangan yang lahir dari Mayangkaruna dinamai Ragamantri Puspawangi Rajaparmana, yang berputra Susunan Wanaperih tempatnya di Talaga. Seorang yang lain dari Manikgumilang dinamai Sanghiyang Jampana, tempatnya di Batulayang. Yang seorang putera lahir dari Pangilarangsari, dinamai Ratu Dewi berputra dinamai Marajahiyang, tempatnya di Batuwangi. Yang seorang putra di Karang, dinamai Mudikbatara.

 

(7) Yang seorang puteranya Ratu Marajasakti, dinamai Rasa Mastuli maka diserahkan kepada Ki Lembualas, ditempatkan di Ukur, maka berputra Kiai Dipati Ukur, yang tua yang seorang putranya Ratu dari Marajainten, maka berputra dinamai Sanghiyang Wiruna berputra Perbu … Kiai Ngabehi Cucuk, yang tempatnya di Manabaya. Yang seorang puteranya Rangga Sinom, dinamai Guruminda Mantrisari, maka berputra Sanghyang Lutar, ditempatkan di Panembong. Yang seorang puteranya Mundingkawati yang lahir di Marajalarang anaknya Kidangpananjung dinamawi Ratu Wijaya, berputra dinamai Perbu Resi ditempatkan di Rajapolah. Yang seorang puteranya Sanghyang …raksa, yang lahir dari Tamompo, berputra dinamai Ranggadipa dan dinamai Rangga Sinom dinamai Raden … pernahnya di Suci, Raden Sinom tempatnya di Selagedang. Yang seorang putranya Mundingmalati dari Parenggilayangsari, dinamai Sanghiyang Wiraga, Sanghiyang Wiraga menetap di gunung Mandeyansukma, dinamai Batara Amilarang, berputra dinamai Ratu Siluman, Ratu Siluman berputra Ratu Demang. Ratu Demang berputra Batara Yang Sengkawaja namanya nikah … kepada Batara putranya pohaci Rabanu berputra Batara Sedang Kawindu. Batara Sedang Kawindu maka berputra yang meninggal di Galuh, maka terputus kedudukannya diselang oleh pamannya bernama Saröpön, Saröpön Cipacul. Maka putranya dua orang, yang pertama yang meninggal di Cibuntu, yang kedua Dalem Demang. Maka yang meninggal di Cibuntu berputra Dalem Demang Agung berputra Kiai Ngabehi Sama, tempatnya di Sindangkasih. Yang seorang putranya Raden Ganduwangi yanglahir di Margacinta, maka berputra Sanghiyang Medang, berputra Susunan Pandujaya tempatnya di Pawenang. Yang seorang putranya Raden Numbang, putranya dari Intenbancana, maka berputra Sangiang Sumurgagung, Sanghiyang Sumuragung berputra Sanghiang Maha Sahunggantung. Yang seorang namanya Ranggasanten, putra dari Marajakastori dinamai Dirgahiang, putranya Mundingjaya tempatnya di Mandala. Yang seroang putranya Susunan Sinduparmana, yang kedua di Galuh, putranya Susunan Jaratna tempatnya di Cipinaha.

Baca Juga  Sawo Sukatali

 

(8) Yang seorang putranya Raden Srigading tempatnya di Sukakarta. Yang seorang memperoleh Sang Mahawidara, tempatnya di Maja. Yang seorang Ratu Purbasakala dinamai Susunan Tambalayu. Maka berputra istri dinamai Ratu Gumilang, maka diberikankepada Santewanan Gunung Licin. Maka berputra Susunan Malaya, tempatnya di Taraju. Yang seorang namanya Kian Santang, maka nikah dengan Ratu Mandapa, maka berputra wanita Emurhali bersuami Bimalarang putra dari Jampang ditempatkan di Nagara. Yang seorang putra Mundinglaya, yang lahir dari Arumganda Wayansari, maka berputra Susunan Cilöwih. Ditempatkan di Kadungora, maka berputra tiga orang; Marajahiang Terusnabo tempatnya di Parakantiga, Amarajahiang Rajanabo ditempatkan di Kandangwesi, Marajahiang Lugajaya ditempatkan di Cidamar. Adapun yang seorang putranya Susunan Rajanawung lahir dari Rajasari, dinamai Ratugala istrinya ketika mengandung, bertapa di matahari serta dengan Batari Resikputih, maka berputra dinamai Sang Dewaguruhaji, berputra Tajimalela.

 

(9) Tajimalela berputra Gösanhulun. Susunan Gösanhulun berputra Pangeran Sumedang, tempatnya di Sumedang larang. Yang menyebabkan para putra Ratu Sunda bubar dari Pajajaran diusir oleh ayahnya, karena telah lengkap pengajaran Kian Santang sekembalinya dari Ka’bah Allah. Putra itu teguh beriman kepada agama Islam tidak mengikuti sareat yang dianut oleh ayahnya dan kakeknya, karena itu diusir bubar ke Timur. Kian Santang diusir oleh ayahnya, karena panas Negara Pakuan.

 

Asalnya pergi ke negeri Campa adiknya dibawa yang bernama Sarikabunan, maka dinikahkan kepada Ratu Tuban … Duta Samud cicitnya Ki Jatiswara, maka Pajajaran burak. Buraknya pada hari Selasa tanggal 14 bulan Sapar tahun Jim-Akhir. Yang tertinggal dua orang putra, yang seorang bernama Pucukumun dan yang kedua dinamai Sekarmandapa. Pada waktu itu kalah Pajajaran, maka Pucukumun ditawan oleh Ratu dari Timur, sedangkan Ratu Mandapa melarikan diri ke Gunung Gede menuju Ajar Sukarasa, maka bertapa bersama ajar itu. Pada suatu ketika mani ajar itu menetes mengenai gagang kujang ajar itu. Maka Ratu Mandapa membelah pinang dengan kujang itu, terbawalah mani ajar itu serta, ketika sedang makan sirih mani itu termakan oleh Ratu Mandapa, lama-kelamaan ia mengandung dan setelah duabelas bulan lalu melahirkan,

Baca Juga  Kitab Waruga Jagat

 

(10) putranya seorang bayi perempuan serta cantik rupanya, maka dinamai Tandurangagang. Maka setelah dewasa diserahkan kepada Pangeran Jakerta, ketika ditiduri maka keluar api dari kemaluannya, maka kemudian diminta oleh Ratu Cirebon akan diperistri, tetapi keluar api dari kemaluannya, maka diberikan kepada Kiai Gedeng Mataram, ketika akan ditiduri, keluar api dari kemaluannya. Karena itu dianggap tidak berguna, lalu dijual kepada Ratu Belanda dengan bedil (meriam), meriam itu dibagi : Mataram Si Gunturgeni, Cirebon Si Santomi, kepada Banten si Amuk. Maka putra Siliwangi yang lahir dari Padnawati dinamai Ranggamantri, maka berputra Selawati, Ratu Selawati berputra Sang Adipati bertempat di Kuningan. Yang seorang dinamai Ratu Sedalarang. Maka berputra Perbu Cakradewa, Prabu Cakradewa berputra Singacala. Maka seorang putranya Kidangpananjung dinamai Perbu Sari berputra dua orang, yang dinamai Borosngora, ditempatkan di Panjalu, yang seorang lagi ada di Rajapolah. Adapun putra Ratu Komara dinamai Dewaguru, Dewaguru berputra Guruhaji, Guruhaji berputra Hajiputih, Hajiputih berputra Susuhunan Gösanhulun, Susuhunan Gösanhulun berputra Pangeran Sumedang Kahiangan penjelmaan Komara dinamai Batara Tuntungbuwana jatuh di Sumedanglarang.

 

(11) Adapun putranya, yang bernama Banyakkudika yang lahir di Lopasir, yang seorang bertempat di Bandung, yang seorang bertempat di Kahuripan. Adapun putra Marajasakti tujuh orang banyaknya, yang seorang Ratu Roban, bertempat di Roban, yang seorang Ratu Gelukherang bertempat di Tanjungbang, yang seorang Ratu Jalakronceak bertempat di Wirasa, yang seorang Ratu Batagurun bertempat di Guha Upas, yang ada di Lakbok, dinamai Sanghiang Pasarean, yang seorang Ratu Romangelanherang di Guha Pajajaran, itulah Siluman Tujuh di Timur. Putra Ratu Komara dinamai Batara Niskala, maka berputra Marajahiang Niskala. Inilah Cirebon. Putra Baginda Ali dinamai Jenal Abidin, putranya yang ketujuh diserahkan kepada Syekh Magrib, bernama Molana Kasan, berputra Ratu Campa berputra Nyai Gedeng Campa. Nyai Gedeng Campa berputra Haji Duta Samud, yang berputra Nyai Gedeng Jatiswara, Nyai Gedeng Jatiswara berputra Sunan Jati, Susunan Jati berputra Sabakingking di Banten.

 

(12) Tamat Kitab Waruga Jagat, selesai ditulis pada malam Selasa bulan Zulhijjah, tanggal delapan, tahun Alip, Hijrah 1117.

 

Yang empunya Mas Ngabehi Parana.

 

Transkripsi dan terjemahan Kitab Waruga Jagat oleh Drs. Atja dan Drs Didi Suryadi Lembaga Kebudayaan Universitas Padjadjaran Bandung 1972. Ditulis ulang oleh Ki H Dr Iwan Natapradja Yayasan Kebudayaan Sawala Kandaga Kalang Sunda 2011.

Tinggalkan Balasan