Pilihan Redaksi, SUMEDANG

BNPB catat selama 2017 ini ada 438 kejadian longor, masyarakat diminta waspada

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras telah menyebabkan gerakan tanah atau longsor yang cukup luas di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (01/10) pukul 17.30 WIB. | FOTO:  

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengimbau seluruh masyarakat yang ada di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho berharap masyarakat di daerah rawan tersebut mengetahui gejala gejala akan terjadinya bencana.

Baca Juga  Berminat menjadi Komisioner KPU Kabupaten/Kota? Silakan Daftar ke KPU Jabar

Apalagi sebut Sutopo, saat ini sebagaian wilayah di Indonesia memasuki musim penghujan. Meski pun secara klimatologis musim penghujan baru akan berlangsung pada November, mendatang. “Musim kemarau telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi aliran permukaan saat hujan sehingga memicu longsor,” ucap Sutopo, melalui siaran pers nya.

Sutopo mencatat, hingga saat ini selama tahun 2017, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia dengan dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi serta lebih dari 1.500 unit rumah rusak.  “Puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat,” katanya. *** par

Tinggalkan Balasan