Home / FEATURE & OPINI / Pilihan Redaksi

Kamis, 19 Juli 2018 - 13:04 WIB

Warning untuk Para Caleg 2019, Refleksi Hasil Pilkada 2018

Rauf Nuryama, pemerhati masalah politik

RAUF NURYAMA1: Rauf Nuryama, pemerhati masalah politik


Oleh: Rauf Nuryama*

SEMARAK terjadi bak “peperangan” pada saat pilkada 2018 masih terngiang misalnya hastag #2019GantiPresiden dan dilawan dengan hastag #Jokowi2Periode atau #2019JokowiTetapPresiden. Para pencetus ide apakah mereka sadar bahwa Partai Pengusung calon kepala daerah satu dan lainnya beririsan? Di tempat lain bersatu di tempat lainnya berpisah.

Partai besar seperti PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PKS, tidak signifikan. Nasdem memenangkan lebih banyak kandidat Gubernur yang di usungnya, namun akankah berbanding lurus dengan antara hasil pilkada dengan hasil pileg ke depan? Wallahu allam.

sumber: liputan6.com

Hasil pengamatan penulis, kemenangan kandidat di pilkada ini tidak bisa dijadikan patokan untuk pemilu presiden 2019, juga pileg 2019. Karena terlalu cair. Tidak mengkristal, akibat dari gabungan parpol atau jumlah parpol yang masih cukup banyak dan tidak signifikan. Juga belum ada topik baru yang akan dijadikan tema dalam perdebatan perebutan kursi presiden maupun bacaleg.

Atas dasar itu, maka penulis berhipotesis sebagai berikut:

  1. Jika pilkada 2018 dijadikan sebagai acuan parpol dalam mendapatkan kursi legislatif, sah sah saja. Selama para bacaleg dapat menjadi inspirasi atau memiliki kemiripan visi dan misi dengan pemenang pilkada 2018. Sehingga bisa mewakili partai pendukung dalam menjalankan fungsinya nanti di dprd, agar terjadi keserasian antara eksekutif dan legislatif, untuk percepatan dan kesinambungan pembangunan.
  2. Jika Pilkada 2018 tidak mencerminkan presisi partai, maka pemilihan bacaleg dan presiden akan sangat ditentukan oleh profil diri sendiri bacalegnya. Bacaleg harus benar-benar bisa memiliki nilai jual sendiri, bahkan atau tanpa embel-embel paslon kandidat yang menjadi pemenang pilkada. Bahkan bisa jadi tidk menjual parpolnya. Dari parpol mana saja, jika bacalegnya bagus akan dipilih.
  3. Peperangan dalam kancah perebutan kursi pileg nanti, selain ditentukan oleh partai, adalah juga bacalegnya. Penting kiranya adanya kesearahan pemikiran, visi dan misi partai dan para bacalegnya jika mereka terpilih. Jadi bacaleg dan partai harus benar2 menjadi pilihan impian sebagian besar masyarakat.
  4. Pemilihan bukan dilakukan hari ini, tapi masih tahun depan. Namun cerminan hari ini harua menjadi potret masa depan untuk melangkah dengan pasti, atau hanya sebagai pelengkap saja dalam mendaftarkan diri jadi bacaleg. Jika ini yang terjadi, maka kekalaham sebenarnya sudah dimulai sejak dini. Jadilah pemenang, dengan mempersiapkan segala sesuatunya ke arah yang hampir pasti.
Baca Juga  Ceu Popong minta Sisdiknas dikaji ulang

Hipotesis ini tidak akan terjawab, jika anda hanya membaca saja. Lakukan yang terbaik untuk Anda, para bacaleg, agar masyarakat terpikat untuk memilih anda pada saatnya nanti. Dan supaya anda sukses, jangan pedulikan tulisan ini, fokuslah bahwa anda adalah caleg yang akan jadi pemenang. Selamat berlomba, semoga pemenang tidak jadi jumawa dan yang kalah tidak merasa binasa. Ikhlaskan berjuang secara demokratia dan jujur, demi bangsa dan negara kita tercinta.

Baca Juga  KALAU MAU PASTI BISA

*) Penulis adalah pemerhati masalah politik tanah air, tinggal di Sumedang.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

SMKN 1 Sumedang Miéling Poé Basa Indung Sadunya

Pilihan Redaksi

Warga Perum Kiara Asri Bantu Korban Banjir Jatinangor

Nasional

Jabar Bantu 4 Milyar Untuk Korban Gempa Aceh

Pilihan Redaksi

Gelar Isra Miraj, Dony Berharap Keberkahan Allah SWT

Pilihan Redaksi

Ini Kronologis Siswa Kelas 2 SD Mandala 3 yang Terseret Arus Gorong-Gorong

OLAHRAGA

Atlet Paralayang mulai jajal Kampung Toga

OLAHRAGA

Sabet 3 Medali, Indonesia Dominasi Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

Pilihan Redaksi

IPNU-IPPNU Sumedang Selenggarakan “Muharrik Kaderisasi”