Home / BISNIS / Pilihan Redaksi

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:37 WIB

Desa Karyamukti Terus Kembangkan Jambu Kristal

Packing jambu kristal.

JAMBU KRISTAL: Packing jambu kristal.


[DESK] Kecamatan Tomo memiliki ragam potensi yang dapat digali dan dikembangkan untuk mendorong perekonomian masyarakatnya. Selain gedong gincu yang sudah terkenal, saat ini Jambu Kristal mulai dirintis untuk dikembangkan.

Kepala UPT Pertanian dan Ketahanan Pangan wilayah Tomo Ojon menyebutkan potensi jambu tersebut di Kecamatan Tomo terbilang besar, terutama yang ada di daerah Desa Karyamukti dengan jumlah tanamanan mencapai lebih dari 10 ribu pohon. Selain di Karyamukti, tanaman serupa juga dikembangkan di Desa Jembarwangi.

Dari jumlah 10 ribu pohon di Desa Karyamukti, yang berproduksi menurut Ojon, lebih dari setengah jumlahnya. Dia optimistis ke depan Jambu Kristal akan menjadi unggulan dari Desa Karyamukti selain gedong gincu. “Kemungkinan dalam dua atau tiga tahun kedepan akan mencapai 15000 tanaman jambu kristal yang sudah berproduksi,” kata Ojon.

Baca Juga  1 Orang TKW asal Sumedang tak tahu nasibnya

Meningkatnya jumlah petani yang membudidayakan Jambu Kristal, tentu beralasan. Karena peluang pangsa pasar pemasaran jambu tersebut terbilang masih sangat besar. ‚ÄúSementara ini, banyak pembeli ataupun konsumen yang tidak terlayani karena produksi yang masih terbatas. Karena pemasaran selama ini dilakukan ke Sumedang, Kadipaten dan daerah lainnya. Termasuk, kemungkinan bisa memasuki pasar modern,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Rimba Mulya Wahyu mengatakan setelah mengembangkan jambu kristal di Desa Karyamukti sejak tahun 2014, pengembangan pasar jambu kristal sangat pesat. Sampai saat ini permintaan konsumen belum terpenuhi seluruhnya.

“Sudah selama empat tahun, perkembangan perkebunan jambu kristal cukup menjanjikan. Alhamdulillah pasar sangat bagus, sampai oleh kami belum terpenuhi sepenuhnya. Seperti ke Cisarua, Tanjungsari, Sumedang, Kuningan, Cirebon san Majalengka,” jelasnya.

Baca Juga  Resmi PSBB se Jabar Disetujui Menteri Kesehatan

Disebutkan Wahyu, pihaknya baru bisa memenuhi pasar sekitar satu ton perminggu. Dengan kisaran harga sekitar Rp 15.000 terkadang lebih.

“Alhamdulillah, jika dibandingkan dengan produk hortikultura ataj buah lainnya, Jambu Kristal lebih mendingan. Pemeliharaannya yang lebih mudah dan tidak terlalu banyak memerlukan biaya. Selain itu, tanaman jambu kristal dalam usia tiga bulan sudah mulai belajar berbuah dengan hasil sekitar satu kilo,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, potensi untuk pengembangan perkebunan jambu kristal di wilayah Desa Karyamukti masih memungkinkan. Pasalnya, masih banyak lahan kosong yang bisa ditanami jambu kristal.

“Jadi kemungkinan untuk meningkatkan produksi jambu kristal masih bisa dilakukan karena masih banyaknya lahan kosong,” pungkasnya. [fit]

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika. FOTO FAUZAN KESUMA/DISFIKPROVJABAR

PENDIDIKAN

Disdik Jabar Perpanjang Proses Belajar Mengajar di Rumah

Pilihan Redaksi

Jelang Malam Tahun Baru, Satnarkoba razia ratusan Miras
Lokasi Rumah

Pilihan Redaksi

Bocah Yatim Usia SD Ini, Urus Adik-adiknya. Yu Bantu …

Pilihan Redaksi

Orgil Diduga Bakar Ruang Kelas SDN Gunung Gadung

Pilihan Redaksi

Pembentukan Regulasi, Bupati Sumedang: Perbaiki Fungsi Manajemen PDAM

DAERAH

Jawa Barat Kampanye Bebas Traficking

PENDIDIKAN

Sambut Baden Powell, SMPN 2 Jatinunggal Selenggarakan Lomba Dujati Scout Creation

Pilihan Redaksi

Sidik Jafar Ngagogo Bareng Warga di Sungai Cipicung