BISNIS, Pilihan Redaksi

Desa Karyamukti Terus Kembangkan Jambu Kristal

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Packing jambu kristal. | FOTO:

[DESK] Kecamatan Tomo memiliki ragam potensi yang dapat digali dan dikembangkan untuk mendorong perekonomian masyarakatnya. Selain gedong gincu yang sudah terkenal, saat ini Jambu Kristal mulai dirintis untuk dikembangkan.

Kepala UPT Pertanian dan Ketahanan Pangan wilayah Tomo Ojon menyebutkan potensi jambu tersebut di Kecamatan Tomo terbilang besar, terutama yang ada di daerah Desa Karyamukti dengan jumlah tanamanan mencapai lebih dari 10 ribu pohon. Selain di Karyamukti, tanaman serupa juga dikembangkan di Desa Jembarwangi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dari jumlah 10 ribu pohon di Desa Karyamukti, yang berproduksi menurut Ojon, lebih dari setengah jumlahnya. Dia optimistis ke depan Jambu Kristal akan menjadi unggulan dari Desa Karyamukti selain gedong gincu. “Kemungkinan dalam dua atau tiga tahun kedepan akan mencapai 15000 tanaman jambu kristal yang sudah berproduksi,” kata Ojon.

Baca Juga  Ini, cara Kades Darmawangi Cegah Corona

Meningkatnya jumlah petani yang membudidayakan Jambu Kristal, tentu beralasan. Karena peluang pangsa pasar pemasaran jambu tersebut terbilang masih sangat besar. “Sementara ini, banyak pembeli ataupun konsumen yang tidak terlayani karena produksi yang masih terbatas. Karena pemasaran selama ini dilakukan ke Sumedang, Kadipaten dan daerah lainnya. Termasuk, kemungkinan bisa memasuki pasar modern,” jelasnya.

Baca Juga  Waduh, jalan ke venue paralayang Batudua tertutup longsor

Ketua Kelompok Tani Rimba Mulya Wahyu mengatakan setelah mengembangkan jambu kristal di Desa Karyamukti sejak tahun 2014, pengembangan pasar jambu kristal sangat pesat. Sampai saat ini permintaan konsumen belum terpenuhi seluruhnya.

“Sudah selama empat tahun, perkembangan perkebunan jambu kristal cukup menjanjikan. Alhamdulillah pasar sangat bagus, sampai oleh kami belum terpenuhi sepenuhnya. Seperti ke Cisarua, Tanjungsari, Sumedang, Kuningan, Cirebon san Majalengka,” jelasnya.

Disebutkan Wahyu, pihaknya baru bisa memenuhi pasar sekitar satu ton perminggu. Dengan kisaran harga sekitar Rp 15.000 terkadang lebih.

Baca Juga  Ini Harapan Sanusi Mawi untuk Sekda Baru

“Alhamdulillah, jika dibandingkan dengan produk hortikultura ataj buah lainnya, Jambu Kristal lebih mendingan. Pemeliharaannya yang lebih mudah dan tidak terlalu banyak memerlukan biaya. Selain itu, tanaman jambu kristal dalam usia tiga bulan sudah mulai belajar berbuah dengan hasil sekitar satu kilo,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, potensi untuk pengembangan perkebunan jambu kristal di wilayah Desa Karyamukti masih memungkinkan. Pasalnya, masih banyak lahan kosong yang bisa ditanami jambu kristal.

“Jadi kemungkinan untuk meningkatkan produksi jambu kristal masih bisa dilakukan karena masih banyaknya lahan kosong,” pungkasnya. [fit]

Tinggalkan Balasan