Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 23 Oktober 2018 - 11:24 WIB

HIWAPA Sumedang Kritik Seratus Hari Kerja Bupati Sumedang

Audensi HIWAPA di Ruang Rapat Kantor Satpol PP Sumedang, Selasa (23/10/2018).

AUDENSI HIWAPA DI RUANG RAPAT KANTOR SATPOL PP SUMEDANG, SELASA (23/10/2018).: Audensi HIWAPA di Ruang Rapat Kantor Satpol PP Sumedang, Selasa (23/10/2018).


[DESK] Ratusan para pedagang kaki lima (PKL) berunjuk rasa ke Pemerintah Kabupaten Sumedang berkaitan dengan rencana penertiban PKL di sekitar Pasar Sumedang tepatnya di Jalan Tampomas Kecamatan Sumedang Utara.

Pantauan Sumedang Online, perwakilan Hiwapa Sumedang diterima Asisten Pemerintahan Setda Sumedang Endah Kusyaman, Kepala Kantor Sat Pol PP Sumedang Asep Sudrajat, Kepala Kantor Kesbangpol Rohayah Atang, Kabid Perdagangan Diskoperindag Eli Suliasih di Ruang Rapat Kantor Satpol PP Sumedang, Selasa (23/10/2018).

Dalam orasinya Ketua Hiwapa Sumedang, Asep Rochmat menyidir Seratus Hari Kerja Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang lebih condong mengguruduk PKL. “Seratus hari kerja bupati, bukan hanya pedagang kaki lima bukan mesti dijadikan sasaran tembak, tapi banyak pengusaha yang melanggar aturan. Pasar-pasar modern yang sudah keluar dari aturan. Kenapa kami yang selalu disudutkan, kenapa kami yang selalu dijadikan sasaran tembak,” kata Asep Rocmhat dalam orasinya.

Baca Juga  Sikap DPRD Sumedang Dites Aliansi Mahasiswa Terkait UU Ciptaker

Mereka pun menyebut beberapa pasar modern yang telah melanggar aturan tapi tetap masih dibiarkan oleh pemerintah. “Jangan coba-coba usik kami, kami akan lawan sampai titik darah penghabisan,” lanjutnya.

Asep pun menyarankan agar katanya harus simpati harus agamis, tetapi justru pedagang kecil yang terus menjadi sasaran tembak. “Pedagang lagi enak-enak jualan di Alun-alun Sumedang, digeser. Mau disterilkan, kita tidak cukup untuk bisa seperti itu. Kita akan memperjuangkan, boleh kita berhenti, boleh Alun-alun disterilkan. Tapi apakah menjamin kehidupan kita, tidak bisa,” tandasnya.

Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Sumedang Asep Sudrajat menyebutkan sebelumnya pihaknya telah mengajak para pedagang untuk bermusyawarah pada 4 Oktober 2018 agar tiga titik zonasi bisa ditata dengan baik termasuk di Jalur protocol.

Baca Juga  Ini Dia Daftar Nominatif Pelantikan dalam Jabatan Pengawas

“Saya sudah memberi waktu pada rekan-rekan untuk memberi konsep yang harus dipegang rekan-rekan sekalian. Saya bukan membela Pak Bupati, Pak Bupati menyampaikan pada saya. Saya jadi bupati coba ajak masyarakat untuk bersadar diri, jadi bukan pemaksaan. Kalau tadi yang disampaikan seperti pemaksaan, bukan pemaksaan. Saya rapat dengan Pak Wabup atas perintah Bupati bagaimana bisa menata kota lebih baik dan beliau menyampaikan agar tidak ada penggusuran. Bagaimana PKL bisa tertata dengan baik, berdagang dengan baik, tapi tidak mengganggu dan melanggar peraturan yang ada. Itu kebijakan dari Pak Bupati, contoh saja Alun-alun. Waktu rapat itu harus steril dari PKL, tapi tatkala kita geser ke arah (barat), Alun-alun tetap bersih, tetapi dagang masih bisa. Itu menurut saya kebijakan pimpinan yang luar biasa,” sebut Asep Sudrajat. [iwan]

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Hiwapa: Revitalisasi Pasar Terkesan Lambat
Indra Jayaatmaja terpilih jadi Ketua Pengurus PBSI Kabupaten Sumedang.

OLAHRAGA

Ditanya Dukungan Kandidat Calon KONI Kabupaten Sumedang, Indra: Saya Koordinasi Dulu dengan Internal PBSI

Pilihan Redaksi

Longsor Tanjungmedar seorang tertimbun berhasil selamat

Nasional

Banyak SK Palsu Pengangkatan CPNS Beredar, Karo Humas BKN Minta Masyarakat Waspada

Nasional

MEA, tuntut tenaga kerja profesional

Pilihan Redaksi

Antrean di MPP Sumedang Cek Clok Tak Berurutan Dikeluhkan Warga

OLAHRAGA

Jaga Solidaritas, Pelaksana BPNT Gelar Pertandingan Futsal

Pilihan Redaksi

Presiden: Tunjukkan Integritas dan Loyalitas pada Masyarakat