SUMEDANG – Ketua Himpunan Warga Pasar (Hiwapa), Asep Rohmat memastikan pihaknya tidak menghalang halangi program pemerintah. Bahkan pihaknya akan memberikan dukungan penuh, hanya saja mereka berharap pemerintah harus bisa menciptakan agar Pasar Semi-moderen Sandang Sumedang, lebih ramai pengunjung.
“Kami dan semua pedagang kaki lima tidak akan menghalangi – halangi program pemetintah yang terjadi dalam pembokaran beberapa waktu lalu di lokasi jalan Tampomas, bahkan kami akan mendukung program pemerintah,” kata Asep pada wartawan.
Asep bersama puluhan pedagang kaki lima ( PKL ) melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Sumedang. Mereka menuntut ke adilan, atas pembongkaran kios dagangannya beberapa waktu lalu, di Jalan Tampomas. Imbas mereka dipindah ke pasar Sandang malah omsetnya makin menurun.
Aksi yang didominasi kaum emak-emak itu berjalan tertib di tengah pengawalan aparat kepolisian.
“Kedatangan kami kesini karena ada ketidak sesuaian dengan aturan yang diterapkannya, bahkan sangat merugikan bagi para pedagang kaki lima. Sementara para pedagang butuh untuk menghidupkan keluarga atau kelangsungan hidupnya, melalui berdagang,” sambungnya.
Disampaikan juga, sebelum ada penuntasan/penyelesaiannya dengan benar, pihaknya akan tetap berjualan di Jalan Tampomas.
Pantauan dilapangan pendemo berunjuk rasa dengan membawa spanduk dengan berbagai tulisan, termasuk menaruh sayuran di halaman gedung DPRD, sebagai salah satu bentuk aksi protesnya.
Selanjutnya para perwakilan demo diterima oleh ketua anggota dewan dari komisi A, Jajang Heriyana. [Suhaya]
