Home / Advertorial / KESEHATAN / Pilihan Redaksi

Selasa, 14 Mei 2019 - 18:33 WIB

JKN-KIS, Ibu Ini Puas dengan Layanan Persalinan

Reni

RENI: Reni


PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah banyak dirasakan sendiri manfaatnya oleh peserta JKN-KIS. Reni (36), salah satu peserta dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) JKN-KIS, pun tak mau ketinggalan ikut menceritakan kisahnya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan JKN-KIS.

Karena anak pertama Reni yang sudah berusia 16 tahun waktu itu ditangani oleh paraji (dukun beranak), Reni merasa cemas, karena yang menangani bukan ahli medis. Ia pun sempat enggan pergi ke bidan atau rumah sakit takut mengeluarkan biaya yang besar. Namun kini karena sudah terdaftar di JKN-KIS, Reni dengan mantap memilih persalinan di bidan.

“Tanggal 29 Desember 2018 yang lalu, saya lagi hamil anak kedua. Nah saat itu, saya bersalin di Bidan Delima Ratnawulan di Kecamatan Paseh. Alhamdulillah persalinan normal, kurang lebih prosesnya sekitar 6 jam. Di sana saya langsung ditangani dan dilayani dengan baik. Pelayanan di bidan ini tidak kalah primanya dengan pelayanan di rumah sakit, mulai dari obat, perawatan sampai kontrol rutin pun didatangi ke rumah oleh bidan. Padahal saat itu saya hanya bermodal kartu JKN-KIS,” cerita ibu dua anak ini kepada Jamkesnews, Selasa (14/05).

Baca Juga  Renovasi Std. A Yani, Deden Doni berharap mirip Arcamanik

Reni melanjutkan, seluruh biaya persalinan untuk melahirkan anak keduanya juga dilewati tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Apabila dibandingkan dengan biaya persalinan umum di bidan tanpa JKN-KIS harus merogoh kocek cukup dalam.

“Anak kedua saya lahir dengan normal dan sehat, tanpa kurang satu pun. Bersyukur sekali kami punya kartu ini, manfaatnya luar biasa dan mengurangi beban keluarga dalam memikirkan biaya sakit,” tutur ibu yang sehari-harinya berprofesi sebagai cleaning service ini.

Baca Juga  Bawaslu Sumedang Hadiri Rapat Draft Perbawaslu RI

Setelah beberapa kali merasakan manfaat jaminan kesehatan, wanita kelahiran tahun 1983 ini pun telah mempercayakan kesehatan keluarganya pada kartu JKN-KIS. Reni mengungkapkan berharap agar program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini dapat terus berjalan dan membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan seperti ia dan keluarganya.

“Jadi mau kita berobat di manapun, baik itu bidan ataupun rumah sakit, jangan khawatir dengan mutu pelayanannya. Sama baiknya. Alhamdulillah semua menangani dengan baik mulai dari administrasi sampai dengan selesai pelayanan. Biaya sehari-hari pun sudah banyak, jadi untuk biaya ketika sakit kami percayakan ke kartu ini. Asal sesuai dengan aturan, kami yakin jaminan kesehatan keluarga akan dijamin JKN-KIS. Saya berterimakasih mewakili keluarga kepada seluruh pihak yang menyelenggarakan program ini sehingga saya dapat merasakan sendiri bagaimana manfaatnya,” ucapnya. (BS/is/adv)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Siaran Pers terkait Perkembangan Covid-19 selama PPKM Darurat di Kabupaten Sumedang. Selasa, (06/07/2021)

Pilihan Redaksi

RSUD Sumedang Hanya Layani Pasien Covid-19 Katagori Berat

Pilihan Redaksi

Ini Pesan dr Noeroni pada Eka-Agung, tekait honorer

Pilihan Redaksi

Setiap Tahun, Irwansyah Akan Berangkatkan Seribu Naker Sumedang ke Jepang
IST

Pilihan Redaksi

Kedapatan Bawa Dua Paket Sabu, SM Diringkus Sat Narkoba Polres Sumedang

KESEHATAN

108 Pengusaha Depot Isi Ulang di Sumedang Belum ber SNI

Pilihan Redaksi

Sekda Zaenal Alimin akui belum terima juklak juknis gaji 13 dan 14
Kepala Bagian Humas dan Protokol pada Setda Sumedang, Asep Tatang Sudjana

Pilihan Redaksi

Gubernur Jawa Barat Lanjutkan PSBB, Sumedang New Normal

Pilihan Redaksi

Dony Tinjau Kebersihan Lingkungan di Sekitar Tegalkalong