Sumedang

Ini Tiga Faktor Utama Stunting

Ini Tiga Faktor Utama Stunting

SUMEDANG.ONLINE – Kelompok Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran UKI kembali melakukan penelitian di Sumedang berkaitan dengan upaya menurunkan angka stunting.

Ketua Panitia PKM, Andira Utami menyebutkan kegiatan akan berlangsung selama 10 hari dan akan dilksanakan di sepuluh desa lokus stunting. Sepuluh desa itu antara lain,
Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Selatan, Desa Kebonkalapa, Kecamatan Cisarua, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Desa Malaka, Kecamatan Situraja, Desa Ungkal Kecamatan Conggeang, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Desa Cilembu, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan dan Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong.

“Kita akan mengintervensi terhadap tiga penyebab utama stunting. Kebersihan sanitasi, asupan gizi dan pola asuh,” ujar Andira Utami usai acara di Dinas Kesehatan Sumedang.

Menurutnya, kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap gizi buruk terutama saat usia pertama kehamilan.

“Jadi sanitasi saat kehamilan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin,” ucapnya.

Pada seribu hari pertama kehidupan, lanjut Andira, sanitasi akan memengaruhi perkembangan otak, syaraf dan lainnya.

“Hasil penelitian, anak yang mengalami stunting, ternyata IQ nya lebih rendah dari pada umumnya,” jelas dia.

Sementara terkait pola asuh, dihubungkan dengan bagaimana cara kedua orangtuanya dalam melakukan pengasuhan terhadap anaknya.

“Misalkan, ada orangtua di beberapa daerah, yang menitipkan anaknya ke orangtua atau dengan kata lain ke neneknya bayi tersebut,” katanya.

Sementara sang nenek hanya cukup memberikan asupan makanan dengan ikan asin sama sambal.
“Jadi asupan gizinya tidak terpenuhi,” jelasnya.

Intinya sebut dia, pola asuh dengan asupan gizi sangat berkesinambungan.

Sudung Nainggolan, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UKI mengatakan, dari progres lima tahun, baru setahun berjalan, pihaknya melakukan penelitian sekaligus mengintervensi kasus stunting, yang memang Sumedang menjadi salah satu target utama.

“Sumedang berada pada urutan ke empat se Jawa Barat, yang angka stuntingnya tinggi,” ucap Nainggolan.

Menurutnya, ada banyak penyebab terjadinya stunting, diantaranya gizi spesifik, yang diintervensi selama 1000 hari pertama kehidupan perkembangan syaraf. “Kita ukur dari sejak seorang ibu dinyatakan hamil,” katanya.

Apalagi, jauh lebih baik jika dikawal dari hulu, arinya, sejak seorang remaja akan menikah.

“Sebenarnya kalau dari sana kita kawal hingga memiliki bayi berumur dua tahun, saya jamin tidak akan terjadi stunting,” ungkapnya. ***

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak