Home / Nasional

Selasa, 7 April 2020 - 00:39 WIB

Pengajuan PSBB di Jabar Berdasarkan Peta Persebaran COVID-19

Rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (6/4/20). FOTO HUMAS JABAR

RAPAT KOORDINASI GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGGULANGAN COVID-19 JAWA BARAT, DI GEDUNG PAKUAN, KOTA BANDUNG, SENIN (6/4/20). RAPAT KOORDINASI GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGGULANGAN COVID-19 JAWA BARAT, DI GEDUNG PAKUAN, KOTA BANDUNG, SENIN (6/4/20).: Rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (6/4/20). FOTO HUMAS JABAR


SUMEDANG.ONLINE – KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar akan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pemerintah pusat berdasarkan data sebagai argumentasinya.

”Jabar akan ambil keputusan berdasarkan data, termasuk PSBB itu akan kita exercise berdasarkan data yang kita terima (dari daerah),” ucap Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (6/4/20).

“Kalau datanya tidak lengkap, kita susah melengkapi argumentasi PSBB kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menambahkan, pihaknya kini masih menunggu laporan hasil tes masif COVID-19 lewat rapid diagnostic test (RDT) guna melihat peta sebaran dan pola-pola baru yang ada.

Baca Juga  Gubernur Jawa Barat dapat Penghargaan Anubhawa Sasana Sebagai Pembina Desa Sadar Hukum

Hasil tersebut kemudian akan dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait PSBB di Jabar. Untuk itu, Kang Emil telah mengimbau agar kepala daerah agar segera melaporkan hasil tes masif di masing-masing kabupaten/kota.

“Saya imbau kepala daerah untuk mengecek ke Dinkes (Dinas Kesehatan) masing-masing, melaporkan (ke Pemda Provinsi Jabar) secepatnya. Semakin cepat data itu masuk, semakin mudah kita memetakan (COVID-19),” ujar Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil juga menyebutkan bahwa PSBB di Jabar akan memprioritaskan daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta agar langkah yang diambil bisa disesuaikan dengan Pemda DKI Jakarta.

“Urusan PSBB, (Pemda Provinsi Jabar) mendahulukan (daerah) yang nempel Jakarta dulu, karena apapun yang Jakarta lakukan kita harus satu frekuensi. Dalam satu aglomerasi penyebaran itu harus satu keputusan,” tuturnya.

Baca Juga  Bandung Air Show tampilkan Pesawat Tempur Tucano

Selain itu, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya telah menyepakati perencanaan pemberlakuan jam malam sebagai salah satu upaya meningkatkan social distancing/physical distancing di daerah.

Rencana ini, kata Kang Emil, telah disetujui Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jabar melalui koordinasi dengan kepolisian di bawahnya.

“Kita menyepakati agar merencanakan jam malam. Kami mengarahkan kepada kabupaten/kota untuk segera melakukan upaya perlakuan jam malam, bagian dari proses mendisiplinkan dan PSBB di wilayah Jabar. Tadi sudah disetujui oleh Pak Kapolda, asal berkoordinasi dengan kepolisian di bawah Polda,” ucap Kang Emil. *HUMAS JABAR*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas melalui Konferensi Video, Selasa (21/4). (Foto: Humas/Ibrahim)

Nasional

Presiden: Mudik Semua Akan Dilarang

Nasional

Iwa Karniwa : Terimakasih Telah Menjadikan Jabar Kondusif
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik 15 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/2020).

Nasional

Gubernur Jabar Lantik 15 Pimpinan Tinggi Pratama, Berpesan Fokus Pengendalian COVID-19

Nasional

Kongres Putaran Kedua KNPI Jangan Bikin Malu Jabar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Nasional

Penertiban PPKM, Mendagri Perintahkan Satpol PP Utamakan Profesional, Humanis

Nasional

Kontes Domba Garut, Presiden Siapkan Hadiah Uang Pembinaan Rp 1M

Nasional

Gugus Tugas Jabar Gelar Tes Masif di Kawasan Puncak

Nasional

Iim Korban Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa