Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 3 Juni 2020 - 23:43 WIB

Absensi Digital Bermasalah, Diskominfosantik Sumedang: Permasalahan Bukan di Server

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Iwa Kuswaeri

KEPALA DINAS KOMUNIKASI INFORMASI PERSANDIAN DAN STATISTIK (DISKOMINFOSANTIK), IWA KUSWAERI KEPALA DINAS KOMUNIKASI INFORMASI PERSANDIAN DAN STATISTIK (DISKOMINFOSANTIK), IWA KUSWAERI: Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Iwa Kuswaeri


SUMEDANG — Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Iwa Kuswaeri menampik jika salahsatu penyebab absensi digital error karena overload server. Hal itu menanggapi pernyataan Kasubag Kepegawaian dan Kearsipan pada Setda Kabupaten Sumedang, Nandar Kusnandar, yang menyebutkan hampir 90 persen absen digital pada 2 Juni 2020 mengalami error, dan untuk backupnya mereka menggunakan absensi manual.

“Kominfo itu hanya menyediakan jaringan dan server untuk aplikasinya bukan oleh kita, tapi pihak ketiga. Sampai saat ini kita tidak tahu source code nya. Nah untuk server dan jaringan itu tidak ada masalah. Jadi bukan dari overload server, kalau server sudah selesai, sudah beres,” jelas Iwa saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE, Rabu, 3 Juni 2020.6.3

Baca Juga  Ini Alasan Taufiq Gunawansyah Menjatuhkan Pilihan ke Paslon Zaenal-Asep

Termasuk sebut dia, berkait dengan angka 90 persen SKPD mengalami error pihaknya tak mengetahui, lantaran source code nya berada di pihak ke-tiga. “Kita juga ngga tahu, katanya 90 persen ngga bisa akses absensi. Kalau kita tahu aplikasinya, kita tahu. Berapa yang masuk, berapa yang tidak, atau yang belum. Tapi karena kita hanya (menyediakan) jaringan dan server, jadi kita tidak bisa masuk ke aplikasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Wagub Jabar akan buka Gotrasawala Cirebon

Meski demikian diakui Iwa, atas kejadian absensi digital yang mengalami error banyak SKPD yang komplen ke pihaknya. “Seolah-olah bahwa itu masalah kominfo. Kalau aplikasinya dari kita, kita bisa mengecek, jam segini berapa yang masuk, siapa yang belum,” ungkapnya.

Disinggung apakah pihak Kominfo pernah meminta source code dari aplikasi dimaksud. Secara diplomatis menurut Iwa, seharusnya pihak pengembang memberikan hal itu pada pemerintah. *IGUN GUNAWAN*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Menempati Tanah Bekas Urugan, Tiga Rumah di Cipondoh Terancam Ambruk

PENDIDIKAN

Ruangan Digabung, Plafon Ruang Kelas SDN Babakan Rancakalong Mau Roboh

Pilihan Redaksi

Owner Roti Arsya Raih Anugrah Tokoh UMKM
Satpol PP Kabupaten Sumedang tunjukkan barang bukti yang berhasil mereka amankan dari Toko ESN. Jumat, 19 Juni 2020.

SUMEDANG

Masih Jual Miras, Satpol PP Sumedang Lakukan Razia Toko ESN

Pilihan Redaksi

Ade Apresiasi Jatigede Art Festival
Bupati Sumedang dan jajaran Forkompimda Sumedang saat pelepasan bantuan pertama bansos berupa natura senilai Rp100ribu yang disalurkan oleh masing masing kecamatan.

Pilihan Redaksi

5.000 KPM Mulai Terima Bansos dari Bantuan Pemkab Sumedang

BISNIS

Buruh Elektronik Elektrik di Bekasi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

OLAHRAGA

Tak Terlibat Match Fixing, Manajer Tim: Perses Jadi Korban