Home / Nasional

Kamis, 16 Juli 2020 - 19:52 WIB

Sanksi Tak Pakai Masker, Gubernur: Bisa Denda Atau Sanksi Sosial

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

PIPIN/HUMAS JABAR BERI KETERANGAN: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).


KOTA BANDUNG¬†— Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mematangkan regulasi yang mewajibkan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Regulasi tersebut nantinya mengatur sanksi dan denda bagi pelanggar.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah pusat akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait kedisiplinan masyarakat selama pandemi COVID-19.

Dalam Inpres tersebut, kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil, terdapat sanksi bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker. Tujuannya meningkatkan kedisiplinan masyarakat terapkan protokol kesehatan.

“Kemarin Pak Jokowi menyampaikan bahwa minggu ini akan keluar Inpres untuk pendisiplinan selama pandemi yang didalamnya ada kewajiban memakai masker, ini menambah kekuatan dasar hukumnya,” kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga  Hoax, Web Info KPU Jabar Di-hack

Kang Emil mengatakan, denda sebesar Rp100-150 ribu hanya salah satu opsi sanksi bagi masyarakat yang tak memakai masker. “Sanksi sosial tercantum. Jadi, pilihannya adalah bayar denda atau sanksi sosial, bukan hanya denda tapi dua-duanya kami persiapkan,” ucapnya.

Kang Emil menyatakan, pemberlakuan sanksi tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terapkan protokol kesehatan di ruang publik. Sebab, kedisiplinan masyarakat amat penting dalam pencegahan penularan COVID-19.

“Tidak ada yang namanya hukuman yang disukai, dulu waktu helm juga protes tidak nyaman, tapi lama-lama helm jadi kebiasaan, masker juga seperti itu,” katanya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020), mengatakan, pihaknya intens mematangkan regulasi tersebut.

Baca Juga  Mulai Selasa 9 Februari PPKM Mikro Berlaku, Satgas Covid-19: Harus Ada Posko di Desa

“Ada akademisi yang terlibat dalam penyusunan (regulasi). Nanti bentuknya Peraturan Gubernur (Pergub). Jadi, aturan tidak hanya untuk pelanggar yang tidak menggunakan masker, tapi juga yang menyangkut protokol kesehatan,” kata Daud.

“Protokol kesehatan itu yang pokoknya ada tiga. Ada masker, jaga jarak, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir. Ini yang kira-kira akan diatur dalam aturan ini,” imbuhnya.

Regulasi tersebut ditargetkan selesai dan berlaku pada Senin (27/7/2020). Menurut Daud, dalam regulasi tersebut, sanksi akan dibuat berjenjang. Mulai dari sanksi administrasi sampai denda.

“Sanksi administrasi bisa teguran lisan, teguran tertulis, bisa pekerjaan sosial yang harus dikerjakan, bisa juga berupa denda,” ucapnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Nasional

Dampingi Presiden Jokowi di Munas dan Konbes NU, Menpora Ajak Santri Jaga NKRI dari Radikalisme

Nasional

Tagana Lakukan Layanan Dukungan Psikososial Anak Korban Gempa Lombok
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur

Nasional

Highlight Capaian Reformasi Birokrasi 2016

Nasional

Gaji Ke-13 dan THR Akan Segera Cair

Nasional

Dua Tahun Jokowi-JK, ini dia laporan kemenpora

Nasional

Bencana Pangandaran, Kemensos buka dapur umum
Kantor SAR Bandung

Nasional

Tiga Orang Terseret Sungai Cibeureum, Satu Ditemukan Wafat

Nasional

Pemerintah Buka Lowongan 238 Ribu Formasi CPNS