Home / PENDIDIKAN / Pilihan Redaksi

Minggu, 5 Juli 2020 - 00:12 WIB

Tak Capai Target PPDB, Guru di SMPN 8 Sumedang Terpaksa Harus Pindah Mengajar

Siswa SD yang melakukan pendaftaran ke SMPN 8 Sumedang

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE DAFTAR ULANG: Siswa SD yang melakukan pendaftaran ke SMPN 8 Sumedang


SUMEDANG, SO — Imbas dari tak tercapainya jumlah siswa yang mendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sejumlah guru di SMP Negeri 8 Sumedang terpaksa harus mengajar di sekolah lain.

Hal itu menurut Kepala SMP Negeri 8 Sumedang Asep Jamiat, lantaran dari target 288 siswa yang mendaftar ke sekolahnya hanya sebanyak 105 siswa.

“Dari target 288, SMPN 8 Sumedang itu kekurangan siswa. Karena yang mendaftar ulang itu paling hanya 100 orang. Jadi otomatis itu sangat berimbas sekali pada pemenuhan 24 jam mengajar bagi guru. Jadi memang ada beberapa guru yang terpaksa, dengan sedih ya, sudah harus pindah. Jadi guru Bahasa Inggris sudah pindah ke SMPN 5 Sumedang. Dan berikutnya Guru PJOK, kemudian Guru Matematika, Guru Bahasa Indonesia, Guru PAI juga termasuk diantaranya karena berimbas daripada jumlah siswa yang diharapkan itu daftar ke SMPN 8 itu kurang,” jelas Asep Jamiat. Sabtu, 4 Juli 2020.

Baca Juga  Meneliti Memerlukan Sarana dan Prasarana yang Mumpuni

Berkurangnya jumlah pendaftar ke sekolah tersebut, ternyata dipengaruhi faktor eksternal yakni target kelulusan siswa Sekolah Dasar semula ditargeykan 18 ribu, ternyata hanya mencapai 16 ribu yang melanjutkan.

“Dan bukan hanya SMPN 8 saja yang kekurangan siswa itu. Dan sekolah yang overload itu menurut informasi ada 11 Sekolah yang kelebihan siswanya. Jadi kami juga menyadarinya kalau yang daftar ke kami berkurang karena outputnya pun kurang,” ungkap dia.

Pihaknya juga telah mengumumkan untuk melakukan penerimaan pendaftaran ulang yang akan ditutup pada Senin, 6 Juli 2020. :Kami berharap PPDB ke depanya bagi sekolah yang banyak jumlah siswanya. Kita kan hanya untuk memenuhi jam mengajar yang 24 jam, karena apabila sudah terpenuhi ya sudah jangan menambah jumlah siswa. Karena berimbas ke sekolah yang kurang muridnya juga berimbas bagi guru, ketika kurang jam belajar maka akan berkurang tunjangannya,” bebernya.

Baca Juga  Disambut Warga, Zaenal-Asep Gaungkan e-KTP Diantar Sampai Rumah

Sementara itu berkait dengan protokol kesehatan, sebut dia, dilakukan secara ketat sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Yakni sebelum masuk ke lokasi wajib cuci tangan, pakai Masker dan dicek suhu tubuh, juga diwajibkan jaga jarak aman.

“Dikarenakan terkait Prokes di sekolah sudah diwanti-wanti sama Kadisdik guna mencegah penyebaran virus Corona. Di sini kami memfasilitasi anak dan orang tua guna mengenal lingkungan sekolah dan para wali kelasnya yang nantinya mengenali lingkungan sekolah yang pertama kalinya seperti ini lho,” ungkapnya.

Pihaknya juga sebut Asep, masih menunggu surat edaran atau keputusan berikutnya dari Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait pembelajaran. Apakah sudah mulai bisa dilakukan dengan tatap muka atau dengan pembelajaran jarak jauh. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Satpol PP dan Bawaslu Turunkan APK Langgar Atuan
Agus Wahidin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang didamping Pejabat Struktural dan Fungsional pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang saat launching kelulusan SD di Negeri Tegalkalong Kecamatan Sumedang Utara. Senin 15 juni 2020.

PENDIDIKAN

16 Ribu Siswa SD di Sumedang Hari Ini Dinyatakan Lulus

Pilihan Redaksi

[Banjir Lumpur Berulang] Satu Ruangan SMAN 2 Sumedang Terancam Tergerus

DAERAH

Bengkel ban di Situ Asem ludes terbakar

Pilihan Redaksi

Presiden Sosialisasi Pengampunan Pajak

Pilihan Redaksi

Hujan tak surutkan warga Cibugel ikuti jalan santai

PENDIDIKAN

Distribusi UN Tak Ada Masalah

Pilihan Redaksi

TMMD, Pangdam: Bentuk Sinergitas TNI dan Pemerintah