Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 23 November 2020 - 08:50 WIB

Sineas Sumedang Pertanyakan Pengumuman Nominasi Festival Film Pendek 2020

Nominasi Festival Film Pendek Sumedang 2020

NOMINASI-FILM: Nominasi Festival Film Pendek Sumedang 2020


SUMEDANG.ONLINE – Sejumlah peserta Festival Film Pendek Sumedang (FFPS) 2020 mempertanyakan lima nominasi yang lolos. Pasalnya dari jumlah tersebut, ada salahsatu judul film yang tidak ada kaitannya dengan potensi Sumedang.

Seperti diungkapkan Yadi Mulyadi, dia mengkiritisi masuknya film Granet padahal sebut dia, dari lima nominasi itu hanya film GNARET yang tidak ada dalam playlist FFPS 2020. “Mohon maaf dari 5 Nominasi FFPS 2020, film Gnaret ko gak ada di playlist OFficial? Barangkali ada yang tau?” ungkap Yadi melalui akun facebooknya. Senin, 23 November 2020.

Selain itu sebut dia, ada film yang masuk lima nominasi namun tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan panitia salahsatunya mengangkat potensi Sumedang. Film tersebut disebutkan Yadi bertemakan horor yang tidak ada kaitannya dengan menggali Potensi di Sumedang.

“Dan Film bertema horor/mistik kok bisa masuk nominasi Potensi Sumedang? potensi kengerian dan ketakutan untuk datang ke sumedang (jangan datang ke gunung tampomas jika tidak mau bernasib naas 3 orang tewas seperti dalam film itu) …. Ironis dengan tema potensi sumedang?menurut saya… menurut pemirsa & sobat dumay gmana?” ungkapnya.

Yadi sendiri tak mempermasalahkan siapa pun nantinya yang jadi pemenang asalkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. “Harapannya siapa pun yang menang asalkan sesuai kriteria/tema yang bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi para pembuat film kedepannya dan ada nilai nilai potensi Sumedang,” ungkapnya.

Sutradara Film Gnaret Muhammad Badlan M melalui komentar di akun Resmi Youtube FFPS memberikan klarifikasi. Dia mengaku tak melanggar Juknis, dan tidak diberikan keistimewaan apapun soal aturan dari panitia.

“Assalamualaikum akang teteh semuanya, Saya hanya ingin menjelaskan beberapa hal tentang Film GNARET yang saya sutradarai, Bahwa saya merasa tidak melanggar juknis dan tidak mempunyai keistimewaan apapun soal aturan dari panitia. Kemudian saya juga tidak hanya satu mengsubmit film pendek saya ke festival ini yaitu film Same & Salam , namun yang salam sudah di dis oleh panitia karena sebelumnya film Salam sudah mendapat penghargaan dari festival lain. Kemudian kenapa film GNARET tidak diikutsertakan dalam kategori Favorit sehingga filmnya tidak di upload ke youtube, karena itu kesepakatan seluruh tim produksi kalau film ini tidak akan sampai di tayangkan di youtube karena sudah berkomitmen kepada hadirin yang sudah hadir pada acara screening premiere film GNARET. Jika film saya terbukti tidak sesuai dengan apa yang saya jelaskan, insyaallah saya siap di dis/mundur dari festival ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Don Terima, APDESI Awards

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso, saat dimintai tanggapan berkaitan dengan hasil pengumuman nominasi film pendek 2020 yang dirasa janggal oleh para peserta. Hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Sementara itu dikutif dari Akun Resmi Youtube FFPS 2020, Agun Gunara selaku dari Panitia FFPS 2020 menyebutkan tidak 100 persen kurator berasal atau penggiat aktif dunia film. “Karena kami juga membutuhkan sudut pandang, sudut pandang lain. Walaupun mayoritas berasal dari penggiat dunia film,” ungkap Agun Gunara.

Agun pun dalam pengantar Pengumuman Nominasi Festival Film Pendek Sumedang 2020 menyebutkan pihaknya tidak mudah juga pelaku perfilman yang tidak ikut festival tersebut. “Jadi kami ingin menemukan kurator-kurator dan tim seleksi yang netral itu tidak mudah, karena hampir semua pelaku perfilman di Sumedang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dengan festival ini,” ungkapnya.

Tim kurasi FFPS 2020 terdiri dari sembilan orang yang terdiri dari pelaku independen, perfilman, wakil dari Bidang Ekraft Disparbudpora Sumedang, Wakil dari Panitia, dan Wakil dari Dewan Juri. “Kami merasa jumlah sembilan orang cukup mewakili perbedaan-perbedaan sudut pandang dan selera dan keberagaman karakter sebagai penilai berdasarkan perbedaan latar belakang dan aktifitas sehari. Dan juga, usia. Sehingga kami mendapatkan penilaian yang cukup lengkap,” imbuhnya.

Baca Juga  Polres Sumedang Laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Lodaya 2021

Ada pun sembilan kurator itu yakni Ali Muhammad, Anggun Gunara, Icok Murdianysah, Fajar Fahmi Asidik, Ikhra Tumiwa, Rizal Muhaimin, Rochman Saefudin, Tatang Sobana dan Fiky Resna.

Lebih lanjut dia menyebutkan ada 37 peserta yang mendaftar di FFPS 2020, namun lima diantaranya gagal memenuhi persyaratan administratif. “Dan, tiga film terpaksa kami diskualifikasi karena tidak sesuai dengan beberapa ketenuan teknis. Dengan alasan yang sama, tiga film itu telah pernah memenangkan festival award di festival lain dan satu film karena tidak shooting di Sumedang,” sebutnya.

Hingga akhirnya panitia mendapatkan 29 peserta untuk FFPS 2020. ***

Nominasi Penata Musik Terbaik
Budiman Yusuf & Muhammad Badlan untuk Film Gnaret
Azah Sastra untuk Film Haritage
Azah Sastra untuk Film Samudra
Nizar Ali untuk Film Telisik
Tabah Furqon untuk Film Tetet Dito

Nominasi Penata Kamera
Rangga Mainandi untuk Film Burit
Anggriawan Dwi Nugraha untuk Film Enigma
Muhammad Badlan M untuk Film Gnaret
Riyo Fajar Ismail untuk Film Haritage
Ezra Juniar untuk film Tetet Dito

Nominasi Penulis Skenario Terbaik
Arya Tri Prasakti untuk Film Enigma
Muhammad Badlan M untuk Film Gnaret
Syam Agung untuk Film Haritage
Ibnu Abdul Basyith untuk Film Ngarangrangan
Muhammad Fikri Muttaqin untuk Film Tetet Dito

Nominasi Pemeran Terbaik
Krisna Setiawan dalam Film Enigma
Anjani Safitri dalam Film Gnaret
Teguh Permana dalam Film Haritage
Putri Tiara Julaikha dalam Film Suraningpati
Aditiara Anas dalam Film Tetet Dito

Nominasi Sutradara Terbaik
Arya Tri Prasakti untuk Film Enigma
Muhammad Badlan M untuk Film Gnaret
Riyo Fajar Ismail untuk Film Haritage
Muhammad Fikri Muttaqin untuk Film Tetet Dito
Nabil Surya untuk Under The Tree

Nominasi Film Terbaik
Enigma produksi Monte Film
Gnaret Produksi Bamon Cinema & Retorika Films
Haritagi Produksi Pojok Seni
Tetet Dito Produksi Sunrise Films
Under The Tree Retorika Films

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Ratusan peserta mengikuti seleksi calon tenaga kerja luar negeri (Magang & SSW-Jepang), Kamis 5 November 2020.

SUMEDANG

Ratusan Peserta Ikut Seleksi Calon Tenaga Kerja ke Jepang

KABAR HAJI

Kemenag Sumedang Imbau Jamaah Haji Gelombang II Sudah Pakai Kain Ihram

Pilihan Redaksi

Tekan Pertumbuhan Penduduk, TNI Terus Monitoring Program KB Kesehatan

SUMEDANG

Daging Ayam Mulai Naik
Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Cimalaka melakukan monitoring penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dan Bantuan Pangan non-Tunai (BPNT) di Desa Padasari Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Jumat, 15 Mei 2020.

SUMEDANG

Forkompimcam Cimalaka Monitoring BLT dan BPNT di Padasari Sumedang
Plt. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumedang, R. Sony Nurgahara mengatakan pada prinsipnya pihaknya akan membuat standar operasional prosedur (SOP) terkait pelaksanaan AKB.

Pilihan Redaksi

Dinas PUPR Sumedang Akan Bentuk Satgas Covid Perpaket Pekerjaan

Nasional

Sungai Cianteun, Kembali Telan Korban

Pilihan Redaksi

Bupati Sumedang Rampungkan 3 Putaran Pertemuan Bisnis di Osaka Jepang