BISNIS, Pilihan Redaksi

Waspada Penipuan Modus Jual Minyak Goreng Murah Via Media Sosial

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Rak minyak goreng kemasan.
Rak minyak goreng kemasan. | FOTO: Rak minyak goreng kemasan.

SUMEDANG ONLINE – Ibu-ibu waspadai modus yang memanfaatkan kelangkaan minyak goreng dengan menawarkan harga jual minyak goreng murah melalui media sosial.

Polsek Cibadak Polres Sukabumi Polda Jabar berhasil membongkar modus penipuan berkedok jual minyak goreng murah via media sosial.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Adalah seorang ibu rumah tangga dengan inisial NA, 23 tahun warga Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi berhasil ditangkap jajaran Polsek Cibadak setelah adanya laporan korban yang mengalami kerugian hingga 17.800.000.

“Pada awalnya pelaku NA ini memposting foto minyak goreng diakun Facebook dan mencantumkan nomor HP milik suaminya KK,” kata apolsek Cibadak Polres Sukabumi Polda Jabar Kompol Maryono dalam keterangannya. Sabtu (19/2/2022).

Baca Juga  285 Pelajar SMAN 1 Glagah Banyuwangi Kunjungi IPDN

Dikatakan Maryono, korban bernama Isep Ginanjar berminat dengan minyak goreng yang diposting NA dengan menghubungi nomor suaminya. Kemudian oleh suaminya langsung diberikan nomor HP NA kepada korban.

“Korban menghubungi nomor hp milik NA dan menanyakan tentang harga minyak goreng yang dijual NA. Dan saat itu NA menawarkan minyak goreng kepada korban dengan harga 140 ribu rupiah per dus,” ungkap Maryono.

Karena harganya murah maka korban memesan kepada NA untuk membeli minyak goreng sebanyak 120 dus dan disanggupi oleh NA dengan uang muka sebesar 50 persen melalui transfer melalui rekening BCA.

Baca Juga  Dua Rumah Terbakar di Jatinunggal Sumedang, Korban Langsung Pingsan

Korban kemudian mengirim uang muka lewat bank BCA sebesar Rp8,5 juta rupiah pada tanggal 1 Pebruari 2022 lalu.

“Setalah mendapatkan transferan dari korban, NA menjanjikan akan mengirimkan minyak goreng kepada korban pada esok harinya, namun NA tidak menepati janjinya dengan alasan harga minyak naik,” tutur Maryono.

Kemudian, NA menghubungi korban lagi, tapi kali ini dengan alasan belum bisa mengirimkan minyak goreng pesanan korban karena minyak goreng tertahan oleh pihak Kepolisian. Saat itu NA malah meminta pelunasan sebesar Rp9,3 juta, dan minyak goreng akan dikirim pada hari Senin 7 Pebruari 2022 lalu.

Baca Juga  KPU Siap Distribusikan Logistik Pilkada 2018

“Korban percaya begitu saja dan memenuhi pelunasan pembelian minyak goreng seperti yang di minta NA. Ternyata minyak goreng yang dijanjikan NA tidak dikirim ke rumah korban, malah nomor HP NA tidak aktif dan tidak bisa dihubungi,” Jelas Maryono.

Akibat ulah NA ini, kata Maryono, korban mengalami kerugian sebesar Rp17.800.000 rupiah.

“Saat ini, kami masih mengembangkan kasus tersebut, karena diduga masih ada korban lainnya yang telah dirugikan NA,” pungkas Maryono. ***

Tinggalkan Balasan