WISATA

Jelang Puasa, Warga Mekarasih Sumedang Ritual Mandi Bersama di Jatigede

Penulis: Kosam Darusman | Editor: Abdullah Opah
Tradisi mandi bersama menjelang bulan Suci Ramadhan di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Kamis, 31 Maret 2022.
Tradisi mandi bersama menjelang bulan Suci Ramadhan di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Kamis, 31 Maret 2022. | FOTO: Rizal/Youtuber Darmaraja

SUMEDANG ONLINE – Banyak kearifan lokal yang digelar jelang Bulan Suci Ramadhan. Salahsatunya dengan tradisi mandi bersama, seperti dilakukan masyarakat adat di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang yang melaksanakan ritual tradisional mandi bersama di Waduk Jatigede. Kamis, 31 Maret 2022.

Dikatakan Sihabudin, selaku tokoh masyarakat setempat ritual tersebut sebagai bentuk penyucian diri sebelum melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu sebut dia, sebagai upaya menggali kembali budaya kearifan lokal yang mulai terkikis.

Baca Juga  Tetangga Dibikin Kaget S Ditemukan Wafat dengan Posisi Gantung Diri

“Mengingatkan generasi saat ini, bahwa dulu dalam menyambut puasa biasanya masyarakat di daerah melakukan ritual mandi, dalam arti kata menyucikan diri,” ujar Sihabudin.

Dia mengatakan, tradisi Kearifan lokal harus mulai kembali dikenalkan pada masyarakat modern di jaman seperti sekarang. Pasalnya dalam prosesi ritual kerap mengandung nilai dan makna yang luhur.

“Mandi disini diibaratkan kami mencuci segala kotoran hati. Sebab puasa harus dijalani dengan bersih hati. Kemudian nilai kebersamaannya menandakan kekompakan dan gotong royong,” tuturnya.

Baca Juga  Lebih dari 3 Ribu Pengunjung Nikmati Pesona JG

Masyarakat adat di Desa Mekarasih memilih ritual di Waduk Jatigede, karena saat ini Waduk Jatigede memiliki nilai yang sakral. Ke depan ritual tradisional ini bisa digelar secara rutin dan menjadi budaya yang terus dipelihara.

“Dalam skala besarnya ritual tradisional ini menjadi khazanah budaya di Waduk Jatigede, targetnya ya bisa jadi peluang wisata,” ucapnya.

Ritual tersebut kata dia, diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Antusiasme masyarakat mengikuti ritual tradisional itu menandakan budaya lokal belum hilang.

Baca Juga  Penyedia Jasa Kontruksi Sumedang Keluhkan Sulitnya Mengisi Aplikasi OSS RBA

“Meskipun kegiatannya swadaya, Alhamdulillah masyarakat antusias. Dan akan dijadikan agenda rutin,” katanya

Selain ritual mandi bareng di Waduk Jatigede, masyarakat mengawali ritual menyambut puasa itu dengan terlebih dahulu bersama-sama membersihkan makam keluarga dan makam keramat leluhur yang ada di wilayah Mekarasih.

Kemudian melakukan makan nasi tumpeng bersama yang disajikan dengan alas daun jati di areal makam keramat.
“Selanjutnya untuk ibu-ibu mandi di pancuran dan sebagian mandi di Waduk Jatigede,” ujar pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan