Milangkala ke-206 Desa Citimun, 760 Pehobi Turun Memeriahkan Gebyar Pameran Bonsai Terbuka

Bupati Sumedang Membuka Kegiatan Gebyar Pameran Bonsai Terbuka dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tingkat Desa sekaligus Milangkala Desa Citimun ke-206. Bertempat di Lapangan Bola Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang Membuka Kegiatan Gebyar Pameran Bonsai Terbuka dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tingkat Desa sekaligus Milangkala Desa Citimun ke-206. Bertempat di Lapangan Bola Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

SUMEDANGONLINE – Sebanyak 760 pehobi tanaman bonsai memeriahkan Gebyar Pameran Bonsai Terbuka, di lapang sepakbola Desa Citimun Kecamatan Cimalaka.

Menurut Agus Wahidin selaku Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Inonesia (PPBI) Cabang Sumedang kegiatan tersebut digelar sejak 3-7 Agustus 2022 dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Republik Indonesia, sekakigus Milangkala ke-206 Desa Citimun.

“Kontes bonsai ini kerjasama kami dengan Pemerintah Desa Citimun Kecamatan Cimalaka. Merupakan kegiatan rutin kami setiap tahun, sekarang diselenggarakan di Citimun,” kata Agus.

Baca Juga  Aksi Bank Emok Diusir Pemuda Sukarapih

Dikatakan dia, untuk para pesertanya sendiri selain dari Sumedang, juga ada peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti dari Majalengka, Kuningan, Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kota Bandung, dan Cianjur.

Meskipun menjadi kegiatan rutin, tapi dikatakan dia, pihaknya ingin mengenalkan lebih luas lagi tanaman bonsai ini pada masyarakat umum.

Baca Juga  Giliran Kabid Ketahanan Pangan Dipanggil Kejari

“Sebab filosofi tanaman bonsai ini adalah merubah sampah menjadi rupiah. Tunggul, tunggak, yang teraniaya alam seperti kebakaran hutan, tersambar petir, itu yang sudah dianggap tidak berharga, oleh para pebonsai ditekuni, telaten, sehingga jadi berharga,” ucapnya.

Pameran ini, kata Agus, digelar juga untuk menarik minat genarasi milenial supaya bisa tertarik dengan bonsai. Sebab, menurut Agus, jika binsai dipelihara dengan telaten bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit.

Baca Juga  Yogie: Kader AMS Harus Bisa Duduki Jabatan Politik

“Karena rata-rata dengan pemiliharaan 10 tahun, bonsai ini harganya tidak ada yang kurang dari Rp 25 juta. Ini ril, asal dengan ilmunya,” katanya. ***

REPORTER
: IWAN RAHMAT
EDITOR
: Fitriyani Gunawan
CREDIT FOTO
: Iwan Rahmat/SO
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan