14 Okt 2023 15:41 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Fitriyani Gunawan
Pemkab Sumedang saat ini sedang menyusun Pikiran Kebudayaan Daerah Tahun 2023. Untuk membahas tentang kebudayaan daerah ini digelar rapat teknis penyusunan Pikiran Kebudayaan Daerah 2023 bersama para ahli dan Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) di ruang Kareumbi Kawasan Pusat Pemerintahan. Jumat sore (13/10/2023).
sumedangkab/SUMEDANG ONLINE
Pemkab Sumedang saat ini sedang menyusun Pikiran Kebudayaan Daerah Tahun 2023. Untuk membahas tentang kebudayaan daerah ini digelar rapat teknis penyusunan Pikiran Kebudayaan Daerah 2023 bersama para ahli dan Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) di ruang Kareumbi Kawasan Pusat Pemerintahan. Jumat sore (13/10/2023).

SUMEDANG – Pemkab Sumedang saat ini sedang menyusun Pikiran Kebudayaan Daerah Tahun 2023. Untuk membahas tentang kebudayaan daerah ini digelar rapat teknis penyusunan Pikiran Kebudayaan Daerah 2023 bersama para ahli dan Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) di ruang Kareumbi Kawasan Pusat Pemerintahan. Jumat sore (13/10/2023).

Pj Sekda Tuti Ruswati yang memimpin rapat menyebutkan budaya menjadi pondasi pembangunan Kabupaten Sumedang.

“Pondasi pembangunan Kabupaten Sumedang adalah Agama, Budaya dan Teknologi,” katanya.

Apalagi, terang dia, sekarang Sumedang sedang menuju Kabupaten Pariwisata.

“Otomatais budaya menjadi suatu magnet daya tarik yang luar biasa untuk menarik orang berkunjung ke Sumedang,” katanya.

Menurutnya, Sumedang sudah menyatakan diri sebagai Puseur Budaya Sunda (SPBS).

“Sudah lengkap, budaya menjadi salah satu pondasi pembangunan, budaya menjadi daya tarik Sumedang. Sumedang Puseur Budaya Sunda. Itu yang dibahas bersama para ahli dan DKS, bagaimana membangun suatu literasi budaya masyarakat sehingga terbentuk suatu ekositem yang menjadi ciri khas Kabupaten Sumedang,” katanya.

Tuti juga menyebutkan aksesibilitas ke Sumedang sekarang sudah sangat mudah dan cepat baik melalui jalur darat maupun udara.

“Sumedang ibarat wanita yang sangat cantik dengan aksesorisnya sudah bagus. Pakaiannya sudah ada jalanTol Cisumdawu ada Bandara Internasional Jawa Barat. Aksesorisnya ada kawasan wisata Bendungan Jatigede dengan ikon Kujang Sapasang dan destinasi wisata alam lainnya. Tinggal terus dipoles agar wanita yang sangat cantik ini bisa dapat menarik orang datang ke Sumedang,” ujarnya.

Jika Pj Sekda Tuti mengibaratkan Sumedang sebagai wanita cantik yang menarik, pakar budaya dari Institut Seni dan Budaya Bandung Dr Suhendi Afryanto menyebut Sumedang sebagai raksasa yang tidak pernah terlihat.

“Jika Ibu Sekda menyebutkan Sumedang sebagai wanita cantik yang menarik. Sumedang adalah raksasa, banyak sekali potensinya dan itu sudah dikenal sejak dulu,” kata Suhendi.

Menurutnya, Sumedang sudah dikenal sejak dulu dan mempunyai Sejarah masa lalu yang luar biasa.

“Informasi tentang musikologi Sumedang telah ditulis di awal abad 20 oleh Musikolog Dunia Jaap Kunst dalam buku ‘Music In Java’ nama Sumedang muncul. Jadi perhatian dunia sejak dulu,” katanya.

Suhendi juga menyebutkan potensi budaya yang lain dan menarik perhatian seperti ritual adat Ngalaksa di Rancakalong, Gamelan Kromong Eyang Jangel di Darmaraja. “Budaya Sumedang itu sudah diketahui para peneliti tau itu. Sumedang tidak bisa dipisahkan dari sejarahnya. Itulah mengapa saya mengibaratkan raksasa,” katanya.

Menurutnya, Sumedang dijadikan rujukan dan satu pusat rujukan akademisi untuk kebudayaan. “Ini salah satu kompetensi yang dimiliki Sumedang dan orang tidak tahu. Sumedang Puseur Budaya Sunda, ini harus selalu dikejar, diwacanakan sehingga orang sadar betul bahwa Sumedang tidak bisa diabaikan dari peta sejarah kebudayaan di Jawa Barat terutama kebudayaan Sunda,” katanya. ***

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial