MTs Al.Munawwaroh Batal Dijadikan TPS, Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap

Kondisi bangunan MTs Al Munawaroh di Desa Ciherang Kecamatan Sumedang yang atapnya roboh saat proses belajar mengajar.
Iwan Rahmat Purnama/SUMEDANGONLINE
Kondisi bangunan MTs Al Munawaroh di Desa Ciherang Kecamatan Sumedang yang atapnya roboh saat proses belajar mengajar.

SUMEDANG – Marlina selaku Camat Sumedang Selatan menyebutkan jika MTs Al.Munawwaroh semula akan dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) namun akibat dari ambruknya atap bangunan di sekolah tersebut akhirnya, TPS dipindahkan ke PAUD.

“Kebetulan lokasi sekolah ini tadinya juga akan dijadikan TPS, salahsatu TPS di Desa Ciherang. Namun karena sudah ada kejadian seperti ini, hari ini juga lokasi TPS ini sudah digantikan. Dipindah TPS nya ke sekolah PAUD,” ujar Marlina pada reporter SUMEDANGONLINE di lokasi kejadian. Senin, 12 Februari 2024.

Sementara itu Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan ambruknya atap bangunan tersebut.

“Proses atau akibat dari atap roboh tersebut sekarang masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kompol Darli selaku Kapolsek Sumedang Selatan.

Baca Juga  AKSI Sumedang Kecam Penggundulan Tersangka Tragedi SMPN 1 Turi

Sementara itu Kepala MTs Al.Munawwaroh Aep Faturohman mengaku dirinya baru keluar dari ruangannya setelah mendengar bunyi suara benda jatuh yang sangat keras disusul dengan kepanikan warga yang berlarian.

Semula dirinya mengira ada mobil pengangkut barang, yang bawaanya terjatuh, namun setelah dirinya keluar ternyata bangunan ruangan kelas yang ambruk. Saat kejadian berlangsung siswa masih melakukan proses belajar mengajar.

“Sekitar 9.30, terdengar suara. Suara ambruk. Ternyata setelah warga berlarian, baru saya keluar, saya kira ada mobil yang narik barang kemudian jatuh. Ternyata bangunan yang rubuh. ketika dilaksanakan kegiatan belajar mengajar,” ujar Aep pada reporter SUMEDANGONLINE. Senin, 12 Februari 2024.

Baca Juga  Ansor Jatinangor Gelar Konser Amal Jalanan Untuk Peduli Korban Banjir

Dua lokal bangunan yang roboh tersebut yakni atap ruangan kelas 9 dan 7.

“Yang hadir itu 19 orang dari 22 orang, dan 6 orang kelas 8. Semua siswa yang berada di dalam dua lokal ruangan itu tertimpa, karena bangunannya ambruk,” imbuhnya.

Dikatakan Aep banyak siswa yang panik berlarian, namun ada juga siswa yang belum sempat lari tertimpa puing bangunan.

“Yang luka berat itu sekarang tengah ditangani, katanya 1 orang dari rekan guru di RSUD dan yang lainnya luka ringan,” ungkapnya.

Baca Juga  Ratih Atlet Panahan Sumedang Sabet Medali Emas

Aep menyebutkan kondisi bangunan selama ini dalam kondisi baik-baik saja. “Tidak kelihatan bahwa bangunan itu akan ambruk, da ketika ada pendataan dari kemenag juga bangunan dampak gempa, kami tidak melapor, karena tidak kelihatan pasti, cuman retak-retak biasa. Ternyata, atau mungkin yang kenanya itu bagian atas, yang tidak kelihatan,” ungkapnya.

Kerugian ditaksir lebih kurang 200 juta. “Kemungkinan kerugian mencapai Rp200 juta, kemungkinan karena kami belum merinci. Karena yang parah bagian atapnya, kalau yang dinding masih utuh, cuma ke atasnya saja,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK