SUMEDANG – Apep Winarya selaku Ketua RT 001 RW 003 Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang yang juga merupakan salah seorang korban yang rumahnya terkena bencana gempa Sumedang pada Akhir Tahun 2023.
Dikatakan Apep sejauh ini pihaknya belum mengetahui kapan bantuan untuk rehab bangunan yang rusak akan turun dari Pemerintah untuk para korban gempa di wilayahnya tersebut.
Berdasarkan data resmi yang dikutip redaksi dari sitabah.sumedangkab.go.id tercatat 12 korban mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat, kerusakan bangunan mencapai 1.462 dengan rincian 1.184 rusak ringan, 197 rusak sedang, dan 81 rusak berat. Jumlah bantuan yang masuk Rp1.025.393.000 dan jumlah logistic 23.754.
Data web sitabah tersebut untuk RT 001 RW 003 tersebut rata-rata sudah dilakukan assessment, dan sebagiannya masih menunggu proses assessment.
“Rumah saya sendiri terkena imbas gempa yang paling parah,” ujar Apep. Rabu, 5 Juni 2024.
Bahkan jika dihitung secara nominal kerugian yang dialami Apep lebih dari Rp100 juta. Sejauh ini sebut Apep, bantuan yang diterima warga baru berupa sembako (logistik).
Saat ditanya apakah ada penggantian bangunan yang rusak, Apep mengatakan hingga saat ini belum.
“Belum (ada penggantian). Kan tadi dibilang dari pemerintah dari Menteri sampai hari ini belum. Semua belum. Hampir semua di RT 001,” ungkapnya.
Padahal, sebut dia di RT 001 RW 003 Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan, hampir seluruhnya terkena imbas guncangan gempa bumi tersebut.
“Hampir semuanya kena, kalau KK itu ada 57. Hampir semua terkena imbas, ada yang rusak berat, ringan dan sedang,” bebernya.
Sebut dia warga berharap kapan bantuan untuk perbaikan bangunan dapat mereka terima.
“Semua warga benar-benar nanyain kapan (bantuan tiba). Mudah-mudahan secepatnya. ***


















