Sumedang, 23 Oktober 2024 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengingatkan penyelenggara Pilkada di Sumedang agar memperhatikan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memastikan keamanan saat pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024, mendatang.
Diprediksi, curah hujan akan tinggi pada waktu tersebut, sehingga ada potensi gangguan bencana yang dapat memengaruhi jalannya pemungutan suara.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Atang Sutarno, menekankan pentingnya penggunaan bangunan permanen dan kokoh, seperti gedung sekolah, untuk lokasi TPS. Ini sebagai langkah mitigasi agar masyarakat dan logistik pemilu tetap aman.
“Kami menyarankan TPS dibangun di tempat yang kokoh, agar jika terjadi hujan, baik masyarakat maupun logistik tetap terlindungi dan tidak mengalami kerusakan,” kata Atang pada Rabu (23/10/2024).
Pengalaman saat Pilpres dan Pileg awal tahun lalu menjadi dasar peringatan ini, di mana bencana banjir merusak TPS di Dusun Leuwiawi, Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya. Berdasarkan pemetaan, daerah dengan risiko bencana seperti Desa Ujungjaya yang berdekatan dengan Sungai Cipelang, dan Desa Cihanjuang di Kecamatan Cimanggung, yang rawan banjir dari Sungai Citarik, menjadi perhatian khusus.
“Hasil pemetaan kami menunjukkan bahwa daerah-daerah tersebut memiliki ancaman bencana yang serius, jadi perlu mendapat perhatian lebih,” lanjut Atang.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, BPBD Sumedang telah berkoordinasi dengan KPU selaku penyelenggara Pilkada untuk memperhatikan daerah-daerah rawan tersebut. Atang menegaskan, jika situasi membahayakan, pihak penyelenggara harus segera memindahkan lokasi TPS demi keselamatan dan kelancaran proses pemungutan suara.
“Rekomendasi kami kepada KPU adalah untuk berhati-hati di daerah rawan bencana. Jika dinilai berbahaya, segera pindahkan TPS ke lokasi yang lebih aman,” pungkasnya.
Langkah mitigasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan bencana alam pada pelaksanaan Pilkada di Sumedang. ***













