SUMEDANG – Di tengah kemeriahan Jatigede Festival 2025 yang digelar di Kabupaten Sumedang, Sabtu (20/9/2025), perhatian pengunjung sempat tertuju pada pemandangan unik. Sekelompok ibu-ibu yang menamakan diri Bank Sampah Berhias Yayasan Kiyai Demang Cipaku (YKDC) tampak penuh semangat memunguti sampah plastik bekas air mineral dan kardus yang berserakan di area acara.
Kelompok yang beranggotakan lebih dari 10 orang ini berasal dari RW 002, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Sumedang. Mereka sengaja hadir untuk ikut mendukung festival sekaligus menjalankan misi menjaga kebersihan lingkungan.
Semangat Meski Panas
Dalam keterangannya, Tika, koordinator Bank Sampah Berhias, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari niat untuk memberi contoh nyata kepada masyarakat.
“Walaupun panas-panasan, kami tetap semangat demi memotivasi masyarakat agar ikut bergerak, setidaknya bisa mengurangi masalah sampah. Hasil dari mengumpulkan sampah kami bawa dan disatukan dengan yang lainnya. Kami sudah berjalan selama 9 bulan,” ujarnya.
Tika juga berharap gerakan ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa alat angkut sampah, seperti cator atau motor pengangkut, agar kerja kami lebih maksimal,” tambahnya.
Harmoni Festival dan Kepedulian Lingkungan
Jatigede Festival 2025 sendiri menggelar berbagai agenda, mulai dari Fun Walk hingga Jatigede 10K, yang diikuti ribuan peserta. Acara ini juga menjadi momentum peresmian Jalan Lingkar Utara dengan nama Jalan Prabu Guru Aji Putih, pada Jumat (19/9/2025).
Hadir pula Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Wakil Bupati Fajar Aldila dalam rangkaian kegiatan Sabtu, 20 September.
Keberadaan Bank Sampah Berhias di tengah festival menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan dengan perayaan budaya, olahraga, dan pembangunan. Kehadiran mereka bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memberi teladan bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap sampah.***










