SUMEDANGONLINE: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, H Zaenal Alimin, menyayangkan pembangunan Jembatan Rancapurut masih belum terealisasi sampai saat ini.
“Penggantian jembatan Rancapurut yang didanai dari DAK Rp. 7,6 miliar ini harus selesai tahun ini. Kalau tidak terserap harus dikembalikan. Padahal dana tersebut belum tentu bisa ada kembali tahun depan atau tahun-tahun sesudahnya,” kata Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin, dalam Rapat Koordinasi membahas Rencana Penggatian Jembatan Rancapurut yang dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Sumedang Zainal Alimin, Selasa (26/7).
Dalam rapat yang dihadiri unsur Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dishubkominfo, Kasatlantas Polres Sumedang, Kapolsek Sumedang Utara, Danramil Wilayah Sumedang Kota, Sekcam Sumedand Utara, Ketua Organda Sumedang, pengusaha Tahu Sari Bumi, Ketua Paguyuban Kusir Delman Rancapurut, tokoh masyarakat, perangkat Desa Rancamulya dan perwakilan PT Sumber Agung Jaya Abadi selaku rekanan proyek tersebut. Sekda menyebutkan, kondisi jalan yang sudah tua menjadi alasan utama dibongkarnya jembatan tersebut.
“Terakhir direhab pada tahun 1971. Pondasi jembatan sudah rusak parah. Begitu juga bagian atasnya yang sudah banyak berlubang. Tentu ini mengancam keselamatan para pengguna jalan,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau pihak-pihak terkait agar segera mengatasi kendala yang terjadi di lapangan sehingga proses pembangunan jembatan bisa berjalan dan segera selesai tahun ini.
“Sudah 2 bulan berjalan, tidak ada aktifitas di lapangan padahal rencananya jembatan selesai pada 22 Desember 2016 selama 210 hari,” ujarnya.
Untuk mempercepat pekerjaan, Sekda mengusulkan agar volume kerja ditingkatkan dengan cara menambah shift pegawai.
“Untuk mengejar target, para pekerja bisa diatur menjadi beberapa shift sehingga malam pun pekerjaan tidak terhenti. Hal yang sama dilakukan pada pengerjaan jalan menuju venue PON XIX Batudua,” imbuhnya.
💬 0 Komentar
⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Terlambatnya pembangunan jembatan Ranca purut ” SIAPA YG SALAH ….? “
kepret saja pejabatnya…
Kalo Kang Boby Mulyana , pantes “menyayangkan” — pa sekda mah tugasnya eksekusi , tentu dgn smart lobby dgn berbagai pihak — jika memang hrs ditutup , kan sementara — juga msh bisa lewat – nguriling sekian kali tawaf — dan juga untuk jangka panjang — ke aya ngangkut lauk hasil nguseup mang Wawan Tea — hiks.
Pemerintah mestinya tegas kalau ga Tegas namanya OB….