Menu

Mode Gelap

ARSIP · 16 Mei 2010 19:58 WIB ·

Potensi Longsor Cadas Pangeran

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat gelar konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba  jenis sabu dan ganja di wilayah hokum Polres Sumedang yang dihadiri Kasat Narkoba AKP Bagus Panuntun dan Kasi Humas AKP Dedi Juhana di Mapolres Sumedang. Rabu, 12 Januari 2022.

IWAN RAHMAT/SO GELAR PERKARA: Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat gelar konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba jenis sabu dan ganja di wilayah hokum Polres Sumedang yang dihadiri Kasat Narkoba AKP Bagus Panuntun dan Kasi Humas AKP Dedi Juhana di Mapolres Sumedang. Rabu, 12 Januari 2022.

Longsor Cadas Pangeran

SumedangOnline – Cadas Pangeran – Minggu(16/05). Potensi Longsor susulan di Cadas Pangeran dikhawatirkan terjadi kembali. Apalagi menurut beberapa sumber pergerakan tanah yang ditandai dengan retakan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 15 sentimeter tampak berada di atas bukit.

Hal tersebut mengingatkan kita akan peringatan LIPI bulan maret silam, menurut LIPI bahwa pergeseran tanah di bagian tebih atas Cadas Pangeran telah bergeser 5 sentimeter. Data ini memperingatkan tingkat kerentanan longsor di kawasan itu sangat tinggi.

”Pergeseran tanah 5 sentimeter pada lokasi miring tergolong sangat besar. Kondisi ini sudah sangat membahayakan sehingga butuh kewaspadaan,” tutur Adrin Tohari, ahli geoteknik dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rabu (17/3) di Jakarta,  seperti dikutip sumedangonline dari geotek.lipi.go.id.

Baca Juga  IDUL FITRI 1431, ARUS PADAT

Sore tadi hujan sempat mengguyur hampir seluruh wilayah Sumedang, salah seorang warga yang berada dilokasi kejadian menuturkan bahwa dirinya mendapatkan intruksi dari Kepolisian untuk segera mengungsi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sementara itu, akibat longosor dan antrean kendaraan yang panjang, Dedi Suherlan warga Dusun Cikeusi – Desa Cikeusi Darmaraja yang sempat terjebak kemacetan menuturkan untuk keluar dari kemacetan ia harus berbalik arah dengan menyewa ojek.

Lain dengan cerita Dedi, Pelantun Tembang Pop Sunda “EMUT” Imas Heri Assih S.Sn juga terjebak kemacetan, ia menuturkan kepada SumedangOnline bahwa dirinya juga harus memutar kendaraan ke wilayah Rancakalong, walhasil di Rancakalong pun kepadatan kendaraan sempat terjadi sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.

Baca Juga  MI Al-Hikmah jadi Sekolah Percontohan Tingkat Nasional

Dari cerita beberapa warga menuturkan bahwa tidak sedikit dari mereka – mereka yang terjebak macet kemarin, harus merelakan diri berjalan kaki untuk melintasi lokasi longsoran hampir sejauh 3 kilometer.

Kepala Urusan Bin Ops Satuan Lalulintas Kepolisin Resor Sumedang, Inspektur Satu Fredi Sudrajat menyebutkan bahwa kemacetan yang terjadi kemarin dari arah bandung sepanjang 25 Km atau sampai ke daerah kawasan Tanjungsari, sementara dari arah Sumedang kemacetan sampai ke kawasan Sumedang Kota.

Lebih Lanjut Fredi menghibau agar para pengguna jalan dan masyarakat untuk berhati – hati, menurutnya ada titik wilayah rawan longsor diantaranya di Daerah Ciherang, Cadas Pangeran dan Nyalindung.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP