Menu

Mode Gelap

ARSIP · 2 Agu 2010 00:04 WIB ·

Zimat, Bayi Lahir Tanpa Hamil

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

IWAN RAHMAT/SO TABRAKAN: Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Sebuah keajaiban disampaikan Allah melalui pasangan Ida (40) dan Sukmadinata (47) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, pasangan ini pada Rabu, 27 Juli 2010 lalu, dikaruniai momongan yang keempat lahir dengan berat normal 2,4Kg. Namun memiliki kelainan fisik tidak bermata, lubang mulutnya sebesar ibu jari, dan kedua kakinya berjari masing – masing enam buah.

Menurut Sukmadinata, sebelumnya istrinya tidak memiliki tanda – tanda sedang hamil bahkan perutnya pun tidak membuncit, namun ia tidak menampik bahwa sebelum dirinya berangkat kerja ke Palembang Istrinya sempat berujar tidak menstruasi, dan sempat memeriksakan kehamilannya kebidan, menurut bidan bahwa istrinya tidak hamil, kejadian tersebut sekira delapan bulan yang lalu.

“Sakedanamah pan ti usia bayi tujuh sasih téh aya gurinjal – gurinjal bayi, ieumah hanteu, malihanmah patuanganna gé teu beukah, teu ageung”, jelas Sukmadinata dengan nada pelan.

Baca Juga  Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

Mendapati dirinya tidak dalam keadaan hamil, Ida masih melakukan aktivitas layaknya Ibu Rumah Tangga biasa, bahkan ia kerap membantu Ibu – ibu ketika ada penimbangan di Posyandu di lingkungan dusunnya.
“Saya malah sering ke posyandu, namun tidak pernah memeriksakan kehamilan”, jelasnya.

Rabu, 27 Juli Malam Ida yang telah memiliki 3 orang putra, Alin (20), Rinaldi (15), Agung (7) menyebutkan perutnya mulas seperti mau melahirkan. Dipanggilah tetangganya yang juga berpropesi sebagai dukun anak.

“Tos tilu kali mules nembe babar, malihan diparajianna oge ku tatanggi, di dapur ”,ujarnya. Ida yang memiliki penyakit darah tinggi sempat pingsan karena kaget.

Baca Juga  Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

Keluarga sempat membawa si bayi ke Rumah Sakit, karena keadaan ekonomi yang pas – pasan akhirnya, tiga hari kemudian mereka memutuskan untuk pulang, meski pihak Rumah Sakit dengan tegas melarangnya.

Meskipun memiliki kelainan fisik, baik Sukmadinata maupun Ida akan tetap memelihara bayi itu sampai besar, bahkan ia memberi nama bayi itu dengan nama Zimat, agar ia menjadi zimat bagi keluarganya.
Sukmadinata kini berharap ada pihak Dermawan yang mau membantu biaya perawatan.

“Mugi – mugi aya darmawan anu sudi ka keluarga kami nya, hoyong nga etakeun murangkalih, hoyong dirawat karumah sakit sakumaha mistina, harepan bapakmah mung sakitu bae …”Ujarnya dengan nada sedih.**(team redaksi

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP