Home / SENI DAN BUDAYA

Kamis, 14 Juli 2011 - 00:31 WIB

BINGBREK Seni Buhun Sumedang



Kesenian Bingbrek Salahsatu Kesenian Buhun di Sumedang. Foto:SumedangOnline

CIBUGEL – Seniman dan budayawan di Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel mengaku merasa dianak tirikan oleh Pemerintah dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan ketua Padepokan Panca Rasa Panca Sukma (PPRPS), Dudu Wasnadi (50), menurut keterangannya, diwilayahnya banyak seniman daerah yang menyimpan potensi seni dan budaya buhun yang masih erat memegang pakem kearifan lokal.

“kami terus memelihara, beberapa kesenian khas cibugel yang keberadaannya hampir punah, “ paparnya.

Bahkan pada ritual ampih pare pada awal Juni lalu, padepokan ini mementaskan seni Bingbrek.

“seni bingbrek ini, saya kira merupakan salahsatu kesenian yang masih ada di Cibugel, dan selalu dipentaskan masyarakat untuk mengiri ritual – ritual seperti waktu minggu lalu ada ritual kecil ampih pare” lanjutnya, yang mengklaim kesenian bingbrek merupakan kesenian tertua di kecamatan Cibugel.

Baca Juga  Pemborong dan Dirutnya Tak Ditahan, Tersangka Sedih

Sayangnya meski telah banyak menuai prestasi, namun perhatian pemerintah dan dinas terkait masih dirasa kurang, Dudu mengaku, padepokannya pernah menyabet juara II dalam event pasanggiri kesenian adat priangan timur yang diikuti oleh 11 Kabupaten di Tasikmalaya pada april 2010 lalu.

“saat itu kami mementaskan seni buhun bingbrek. Kami terus eksis memelihara kesenian ini meski hanya dengan kondisi apa adanya, karena semangat seniman dan budayawan sejati, bukan tumbuh dari nilai materi semata” ujarnya lagi.

Baca Juga  Ikat Bahu

Ia menilai dengan kandung diusungnya selogan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda, seharusnya pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kesenian – kesenian lokal yang tumbuh dan berkembang dengan sendirinya meski tanpa tersentuh bantuan pemerintah.

“memang kami merasa ini sudah merupakan tanggungjawab kita bersama, tetapi alangkah baiknya jika pemerintah pun mau peduli, apalagi dengan adanya SPBPS seharusnya pemerintah jauh lebih perhatian. Kesenian buhun itu murni yang lahir dari hati dan tidak boleh ditunggangi, kepentingan – kepentingan pihak tertentu, kita harus tumbuhkan seniman dan budayawan yang hakiki” pungkasnya.(igun gunawan/nanang sutisna)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ngalaksa, Di Rancakalong

Pilihan Redaksi

Situs Benteng Baterai Ternyata Tak Hanya Ada di Sumedang
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso

Pilihan Redaksi

Surat Vaksin untuk Seniman Bisa Jadi Catatan Rekomendasi Pemberian Izin Manggung

SENI DAN BUDAYA

Keris Naga Sastra

Pilihan Redaksi

Nurhasan Zaidi: Dorong Mutu Film Indonesia

Pilihan Redaksi

Selamat Pemprov Jabar terima Lima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

Pilihan Redaksi

Kontingan FLS2N Darmaraja Lolos ke Provinsi, Termotivasi Juara II di Tingkat Wilayah

SENI DAN BUDAYA

Rio Tampil Malam Ini di RCTI